Sterilkan PKL dan Parkir Liar di Lautan Pasir

Jumat, 16 September 2016  19:22

Sterilkan PKL dan Parkir Liar di Lautan Pasir

Pekan depan, areal Lautan Pasir Gunung Bromo akan disterilkan dari para pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar.

PROBOLINGGO (BM) – Mulai pekan depan, areal Lautan Pasir Gunung Bromo akan disterilkan dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar, yang bisanya ada di depan Pura Luhur Poten dan jalan setapak menuju anak tangga Gunung Bromo. Mereka semua akan digeser di luar patok yang berada di sisi utara Lautan Pasir. 
 
Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi wilayah I TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), Sarmin. Ia menyampaikan hal itu berdasarkan hasil rapat bersama dengan Komunitas Bromo Lovers dan Sahabat Bromo di ruang Visitor Center. Disimpulkan, keberadaan para PKL dan parkir liar harus digeser dari areal sekitar pura dan jalan setapak menuju Gunung Bromo. 
 
Alasannya, karena keberadaan para PKL tersebut justru dianggap mengganggu kearifan budaya lokal, karena menimbulkan kecemburuan sosial di antara sesama PKL dan oknum pemilik parkir. “Sehingga perlu dilakukan penertiban atau penataan kembali dengan seijin sesepuh adat setempat,” ujar Sarmin.
 
Ia mengungkapkan, aturan tersebut efektif berlaku sejak pekan depan dan bersifat mutlak harus dipatuhi oleh semua pihak, utamanya para PKL dan pemilik lahan parkir yang mayoritas mengaku merupakan warga setempat. 
 
Dan berdasarkan data, terdapat sekitar 56 PKL yang mencari nafkah di sekitar areal Lautan Pasir Gunung Bromo. “Aturan baru ini juga berlaku bagi mereka PKL yang bongkar pasang dan tidak ada lagi PKL yang berjualan sampai malam,” tegasnya.
 
Ia berharap dengan adanya aturan baru ini, tak terjadi lagi kecemburuan sosial yang menyebabkan persaingan tidak sehat di antara para PKL dan oknum pemilik parkir yang selama ini justru menyebabkan ketidaknyamanan bagi para pengunjung objek wisata andalan Kabupaten Probolinggo tersebut. 
 
“Ke depan, kami tetap berkomitmen untuk menjaga kelestarian kearifan lokal warga setempat, dan juga memberikan kenyamanan kepada pengunjung yang datang ke Bromo,” ujarnya.
 
Sementara itu, salah seorang pentolan komunitas Bromo Lovers, Sunarip menyambut baik rencana penertiban tersebut. Dia mengatakan, pihaknya telah dihubungi dan diajak melakukan pengawasan dan penertiban para PKL dan parkir liar di Lautan Pasir Gunung Bromo. “Pada intinya kami menyambut baik aturan tersebut dan siap membantu pelaksanaannya,” tandasnya. (sip/azt)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>