Suku Tengger Anugrahi Sekda Jatim dan Muspida Probolinggo

Kamis, 18 Juli 2019  04:52

Suku Tengger Anugrahi Sekda Jatim dan Muspida Probolinggo

Dukun tengger memansangkan selendang pada AKBP Eddwi Kurniyanto. (BM/Saifullah)

PROBOLINGGO (BM) - Sejumlah Pejabat Muspida Probolinggo di anugerahi sebagai warga kehormatan suku Tengger dalam perayaan puncak Yadnya Kasada 2019.
 
Mereka yang mendapat anugerah sebagai Suku Tengger adalah Kapolres Probolinggo AKBP Edwwi Kurniyanto, Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal, dan Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol (Inf) Imam Wibowo. Selain itu, anugerah yang sama juga diterima Ketua Pengadilan Kabupaten Probolinggo Agus Ardian Agustriono dan Sekda Propinsi Jawa Timur Heru Cahyono.
 
Puncak perayaan berlangsung di Pendopo Agung Desa Ngadisari, Sukapura pada pukul 21.00 WIB, Rabu 17 Juli 2019. Tampak para tokoh duduk berjajar di belakang Ketua Para Dukun Pandita Sutomo. Mereka mendengarkan dengan khidmat saat Sutomo membacakan mantra pengukuhan.
 
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang semula dikabarkan akan datang, ternyata batal hadir pada perayaan umat Hindu Suku Tenger ini.
 
Tokoh masyarakat Suku Tengger Supoyo mengatakan anugerah warga kehormatan diberikan untuk melestarikan budaya dan tradisi. Mereka yang mendapat anugerah itu diharapkan ikut memajukan budaya Suku Tengger sesuai bidangnya masing-masing.
 
“Pengukuhan ini adalah sebuah bentuk penghormatan warga Suku Tengger kepada pejabat. Harapannya para pejabat itu dapat memberikan kesejahteraan bagi warga Suku Tengger,” katanya.
 
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan pengukuhan para tokoh merupakan agenda tahunan. Salah satu tujuannya untuk mengenalkan budaya masyarakat Tengger.
 
“Sama halnya tradisi tahun sebelumnya, setiap resepsi Yadnya Kasada ada pengukuhan tokoh. Mereka merupakan pejabat baru di lingkungan Kabupaten Probolinggo atau yang berkaitan dengan wilayah Suku Tengger," katanya.
 
Tokoh masyarakat setempat, Supoyo menuturkan, pengukuhan para tokoh bertujuan untuk melestarikan budaya dan tradisi Suku Tengger. Mereka diharapkan dapat berperan aktif dalam memajukan budaya sesuai bidangnya masing-masing.
 
“Pengukuhan itu merupakan sebuah bentuk penghormatan warga Suku Tengger kepada pejabat. Kemudian bagaimana pejabat itu dapat memberikan kesejahteraan bagi warga Suku Tengger,” kata pria juga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo itu.
 
Saat prosesi pengukuhan, para tokoh berpakaian serba hitam ini, duduk berjajar di belakang Ketua Para Dukun Pandita, bernama Sutomo. Mereka mendengar dengan khidmad Dukun Pandita Sutomo, merapalkan mantra pengukuhan. (sip)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>