Warga Suku Tengger Bromo Ikuti Diskusi Publik Perkuat NKRI
Suasana Diskusi Publik warga suku Tengger Bromo Probolinggo. (BM/Saifullah)
By: masip
22 Ags 2019 11:40
 
 
PROBOLINGGO (BM) - Kementerian Komunikasi Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo menggelar acara diskusi Publik tentang Radikalisme dan terorisme.
 
Diskusi publik itu dilakukan di Pendopo Agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Kamis (22/8) pagi.
 
Kegiatan yang mengambil tema “Rajut Toleransi Perkuat NKRI" untuk menanggulangi penyebaran Radikalisme Terorisme yang melibatkan kalangan pelajar, akademisi, ormas dan insan pers. Dengan maksud untuk kembali merajut tali kebersamaan menjadi lebih kokoh. Masyarakat yang hidup dalam kerukunan dan kebersamaan akan mewujudkan Kesejahteraan. 
 
Terkait situasi sekarang ini, Keresahan masyarakat mengakibatkan dampak buruk dan mempengaruhi ketentraman hidup dan kesejahteraan masyarakat, Pencegahan gerakan radikalisme dan terorisme ini memerlukan penanganan secara terpusat terpadu dan terkoordinasi dengan seluruh elemen bangsa serta masyarakat khususnya. Rasa kekhawatiran yang menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan diskusi publik tentang Radikalisme dan Terorisme dengan tema "Rajut toleransi perkuat NKRI".
 
Kepala Bidang Infokom pada Dinas Kominfo Kabupaten Probolinggo Ofie Agustin turut hadir pada acara tersebut dan 200 orang peserta mengikuti acara diskusi Publik tentang Radikalisme dan terorisme yang berasal dari Desa Wonotoro, Desa Ngadisari, Desa Jetak dan Desa Ngadas. 
 
Kepala Sub Direktorat Pemulihan Korban Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Rudy Widodo menjelaskan, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) memiliki tugas pokok untuk merumuskan, Mengordinasikan, Melaksanakan kebijakan, Strategi, dan program nasional penanggulangan terorisme di bidang kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi. 
 
Pencegahan paham radikal teroris adalah, Mengedepankan pengajaran keagamaan yang moderat dan Rahmatal Lil Alamin selaras dengan Pancasila, Wawasan Kebangsaan dan semangat Cinta NKRI, Bentengi keyakinan dari berbagai provokasi, Hasutan dan pola Rekruitmen teroris dilingkungan masyarakat.

Memberdayakan Komunitas dan lembaga sebagai tempat yang efektif dalam menyampaikan pesan perdamaian dan Cinta NKRI. Terlibat aktif dalam meluruskan pemahaman radikal dan kekerasan, Baik melalui media pengerajin, Dakwah, Tulisan dan kampanye di dunia maya. 
 
Staf Kementrian Republik Indonesia, Bidang Komunikasi dan Media Masa Gun gun Siswadi menuturkan, Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat, Jika digunakan secara bijak dan cerdas. Sehingga, Masyarakat dapat mengelola dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi ini dengan bijak.

"Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat,"katanya.
 
Menurut Bambang Suprapto selaku tokoh masyarakat sekaligus sebagai anggota Forum Pembaharuan Kebangsaan Kabupaten Probolinggo, Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman dan landasan untuk mempererat kerukunan beragama. 


"Selama ini, Kita sudah tunjukkan kepada orang lain yakni, Masyarakat tengger ini memiliki tradisi solidaritas dan toleransi kerukunan umat beragama,"jelasnya. (sip)

Create Account



Log In Your Account