Satu Postingan Rp 100 Juta, Syahrini Harus Bayar Pajak

Selasa, 10 Oktober 2017  18:06

Satu Postingan Rp 100 Juta, Syahrini Harus Bayar Pajak

Syahrini dan Hotman Paris Hutapea

Jakarta (BM) - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan memastikan, penghasilan artis yang berasal dari media sosial seperti Instagram menjadi objek pajak yang harus dilaporkan. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

"Penghasilan sebagai endorser di Instagram merupakan objek pajak penghasilan," kata dia.

Belum lama ini, pelantun 'Maju Mundur Cantik' Syahrini mengakui, dirinya dibayar Rp 100 juta, untuk satu kali mengunggah foto di media sosialnya seperti Instagram. Bahkan, nilai postingan bisa mencapai Rp 1 miliar jika menjadi ikon salah satu produk yang dikerjasamakan.

Hestu menyebutkan, mekanisme pemungutan pajak terhadap kegiatan tersebut yakni melalui pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 oleh pemberi order.

"Jadi setiap membayar kepada artis tersebut, perusahaan pemberi order memotong PPh Pasal 21 sesuai ketentuan, dan memberikan bukti potongnya kepada artis," jelas dia.

Tidak hanya pemberi order, kewajiban pembayaran pajak juga didapati oleh sang selebgram. Di mana, si artis wajib mengisi SPT Tahunan dengan melaporkan seluruh penghasilan yang diterimanya dalam setahun.

"Menghitung PPh terutangnya, dia dapat mengkreditkan PPh Pasal 21 yang telah dipotong perusahaan pemberi order berdasar bukti potong yang dimilikinya terhadap pajak terutang, serta membayar PPh Pasal 29 apabila terjadi kurang bayar," tutup dia.

Sebelumnya, Syahrini sempat geram disebut melakukan umrah endorse. Kepergian umrahnya menggunakan First Travel hanya didasarkan dengan kerja sama.

Pelantun 'Maju Mundur Cantik' itu menegaskan dirinya bukan diendorse atau ikon dari First Travel. Syahrini berujar kalau memang dirinya diendorse atau ikon First Travel seharusnya dia mendapatkan honor.

"Sebagai ikon nggaklah," bantah Syahrini di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat.

"Posting di Instagram Syahrini satu kali posting itu Rp 100 juta. Untuk ikon honornya Rp 1 miliar itu yang sudah ditentukan oleh manajemen," lanjutnya.

Syahrini mengatakan dirinya sama sekali tidak ada kontrak sebagai ikon. Hanya ada perjanjian kerja sama.

Aisyahrani pun setuju melakukan kerjasama tersebut dengan niat ibadah membantu mempromosikan First Travel. Kalau bicara profesional kerja, seharusnya Syahrini dan manajemen harus menerima uang sekitar Rp 3,4 miliar.

"Kalau saya bicara profesional dengan First Travel mereka harus membayar saya Rp 3,4 miliar tunai. Satu kali posting di Instagram Syahrini Rp 100 juta itu adalah kebijakan manajemen atau saya pribadi. Rp 100 juta dikalikan 12 hari kali 2 itu Rp 2,4 miliar. Belum sama honor sebagai ikon. Kalau mau profesional harusnya mendapatka uang Rp 3,4 miliar," beber Aisyahrani.

 

Berangkatkan Umrah

Selesai menjalankan pemeriksaan lanjutan, pada Senin kemarin, Syahrini kembali menegaskan dirinya tidak diendorse oleh First Travel. Syahrini justru merasa sangat prihatin dan akan membantu korban First Travel.

Mantan duet Anang Hermansyah itu berujar, dirinya sangat prihatin dengan korban First Travel yang belum juga berangkat. Bentuk keprihatinannya, Syahrini siap bantu sepuluh orang korban First Travel.

"Saya berharap sekali semoga jamaah yang belum berangkat bisa segera berangkat. Barang kali dari diskonan ini ada hak mereka. Karena itu saya mau membantu, tolong siapa saja yang benar-benar selama puluhan tahun saat ini belum berangkat insya Allah saya berangkatkan," ujar Syahrini di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (9/10/2017).

Syahrini menyesal sudah mengira dan menganggap First Travel adalah travel umrah profesional. Dia saat itu meminta sang adik, Aisyajrani, mencarikan travel umrah yang benar-benar bisa membuatnya tenang menjalankan ibadah.

"Kalau saya entertainer kerja sama sebagai entertainer baik dinyanyi atau usaha lain sangat all out. Rani carikan travel baik di negeri ini, ketemu travel ini. Saya nggak tahu kalau jadinya akan seperti ini," sesal Syahrini. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>