Dua ‘Jagal’ Motor di Sidoarjo Diringkus

Kamis, 11 Februari 2018  23:14

Dua ‘Jagal’ Motor di Sidoarjo Diringkus

SIDOARJO (BM) – AINUN Nidhom (23), warga Kalitengah, Tanggulangin dan Afiv alias Plolong (21), pemuda asal Desa Kragan Kecamatan Gedangan Sidoarjo, diringkus Satreskrim Polresta Sidoarjo Minggu (12/2).

Keduanya dan satu temannya Wempi (DPO) diduga kuat mengambil motor Honda Beat milim Aditya yang ditinggal usai tawuran sesudahnya dihadang sekelompok pemuda di Traffic Light Maspion 2 Buduran.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris, keduanya diamankan di dua tempat berbeda. Ainun Nidhom ditangkap saat kerja di daerah Buduran, sedangkan Afiv alias Plolong ditangkap saat minum kopi di warung Desa Tebel. "Untuk barang bukti motor kami temukan di rumah WP yang kini masih buron," katanya.

Harris menambahkan, motor milik korban, kondisinya sudah dipotong-potong oleh pelaku, untuk menghilangkan barang bukti. "Mesin motor itu dimasukkan dalam sumur rumah WP, dengan tujuan untuk menghilangkan jejak," ungkapnya.

Lebih jauh Harris menceritakan, korban bersama teman-temannya yang berjumlah 11 orang, dihadang kelompok para pelaku. Sempat perang adu mulut dan keluar kata-kata kotor antar keduanya. Mulanya rombongan korban beriringan jalan ke arah utara. 

Dibawah jembatan Jenggolo, kelompok korban ini berhenti dan mengumpulkan HP milik mereka khawatir dirampas oleh kelompok pelaku yang sempat cek-cok. Semua HP dimasukkan jok motor Aditya. Rombongan korban terus melaju ke arah utara (Surabaya).

Sesampai di Buduran, dihadang lagi oleh kelompok pelaku dan bahkan diantara kelompok para pelaku ada yang menghadang dengan membawa kayu bambu dan dipukulkan mengenai pungung Aditya, dan juga Fatahilla dan Andi yang menaiki Yamaha Vixion.

"Saat dipukul, korban sempat jatuh dan melatikan diri sembunyi di warung kopi. Saat itu pula motor korban yang di dalam joknya ada 6 HP, di bawa lari oleh pelaku. Untuk HP milik korban dan temannya, dibagi-bagi oleh pelaku. Pelaku AN dapat HP Samsung J2 dan kami sita sebagai barang bukti," tegasnya.

Untuk pelaku yang buron, lanjut Harris, masih dilakukan pengejaran. Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP atau Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. "Pelaku terancam kurungan penjara selama-lamanya 9 tahun," tutup mantan Kapolsek Simokerto Surabaya itu. (cls/udi)

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>