Eksekusi Batal, Pengacara Sebut Amar Putusan Membingungkan

Kamis, 10 Agustus 2017  22:36

Eksekusi Batal, Pengacara Sebut Amar Putusan Membingungkan

Beberapa petugas kepolisian siaga di gudang yang akan dieksekusi.

SIDOARJO (BM) – Pelaksanaan eksekusi sebuah bangunan yang difungsikan sebagai gudang di kompleks pergudangan Meiko Abadi Blok Cepu Nomor 30 Desa Wedi, Kecamatan Gedangan Sidoarjo, batal dilaksanakan. Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sidoarjo ditunda sampai batas waktu belum ditentukan.

Petugas dari unsur Polri, TNI dan Sat.Pol PP yang mengamankan lokasi akhirnya membubarkan diri. Petugas dari PN Sidoarjo juga tidak tampak datang di lokasi. Sesuai rencana, pelaksanaan eksekusi dilaksanakan Kamis (10/8).

Kuasa hukum termohon eksekusi, Sitanggang Tumpal Abdul Adhiputra alias Tumpal Sitanggal, Ronald Napitupulu SH mengatakan, banyak kejanggalan dalam tahapan yang akan dilakukan untuk pelaksanaan eksekusi.

"Jika menilik amar putusan yang dikeluarkan PN Sidoarjo, Selasa (8/7/2014) dengan Surat Penetapan eksekusi, sangat membingungkan bunyi putusannya," katanya.

Untuk itu, sambung Ronald Napitupulu, ia meminta perlindungan hukum dan perhatian pejabat hukum terkait, termasuk Ketua PN Sidoarjo, untuk membatalkan pelaksanaan eksekusi. “Hal ini tidak lain bertujuan untuk memberikan kepastian hukum terhadap seseorang dan para pencari keadilan di PN Sidoarjo” jelasnya.

Kapolsek Gedangan Kompol H. Sutrisno mengatakan, tidak mengetahui secara pasti penyebab ditundanya ekseskusi. Dia mengaku, pihaknya tidak kompeten menjawab karena posisinya sebagai pelayan yang dimintai bantuan mengamankan. "Polisi tugasnya melayani dan mengamankan," pungkasnya. (cls/udi)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>