Kerb Tak Dikerjakan, Rekanan Sebut Kesalahan Perencanaan

Kamis, 08 Februari 2018  22:49

Kerb Tak Dikerjakan, Rekanan Sebut Kesalahan Perencanaan
SIDOARJO (BM) - Tidak dikerjakannya pekerjaan pemasangan kerb pada proyek pemeliharaan jalan Lingkar Timur di Desa Bluru Kidul, Kecamatan Kota Sidoarjo mendapat sorotan miring dari beberapa warga Sidoarjo.
 
Andi (43), warga Bluru Sidoarjo menyatakan, pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkesan tidak sungguh-sungguh dalam melakukan pembangunan. Menurut dia, harusnya lebih tegas terhadap kontraktor yang menyalahi ketentuan dalam kontrak pekerjaan. "Namun yang ada kok dinas terkesan malah melindungi rekanan yang jelas-jelas salah," ungkapnya.
 
Ditambahkannya, kalau melihat hasil pekerjaan seperti ini pastinya menyalahi aturan. Dia juga mengaku sempat memotret beberapa bagian pekerjaan. Dia juga menyakan akan kirimkan foto-foto itu langsung kepada Bupati Sidoarjo supaya diambil tindakan baik terhadap kontraktor maupu dinas terkait.
 
"Masak kerb diganti cor yang dipangkas pinggir-pinggirnya, Kalau Abah Saiful (Bupati Sidoarjo) tahu pasti juga marah. Penggantian kerb dengan cor yang dimodivikasi semacam itu kan tak ubahnya dengan akal-akalan saja," ujar pria yang mengaku dekat dengan bupati ini.
 
Pekerjaan kerb atau beton pembatas yang dipasang tidak dilakukan oleh rekanan melainkan disiasati dengan memangkas cor yang dipangkas pinggirnya dan dicat dengan warna hitam putih layaknya kerb sungguhan.
 
Hal ini diakui oleh pelaksana proyek Jimy yang menyatakan, dalam spesifikasi teknis memang terdapat pekerjaan pemasangan kerb. Hanya saja, kerb yang dimaksud dalam spesifikasi tekbis adalah kerb sepatu yang lazimnya digunakan untuk paving. Dikatakan pula, pemangkasan cor menyerupai kerb dilakukan setelah koordinasi dan sepengetahuan dinas terkait. Dia juga menyebut kesalahan itu ada pada bagian perencanaan. 
 
Sementara itu, Ketua LSM Government Watch Reynaldi menyatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pengumpulan data-data. Bukan hanya pekerjaan kerb saja namun urugan pasir dibawahnya diduga juga tidak dilakukan oleh rekanan. Penyimpanganan juga ditengarai dalam proses pengaspalan dan pemasangan box culvert. "Kalau semua data sudah lengkap, kita akan kirim ke kejaksan tinggi," tandasnya. (cls/udi)
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>