PDAM Teruskan Pembangunan DC di Pondok Jati

Sabtu, 23 Maret 2019  19:16

PDAM Teruskan Pembangunan DC di Pondok Jati
SIDOARJO (BM) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo terus berupaya untuk bisa membangun Distribution Center (DC) di Perum Pondok Jati, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Manajemen PDAM memiliki alasan kuat untuk tetap mempertahankan rencana pembangunan DC di bekas lahan Fasilitas Umum (Fasum) Perum Pondok Jati. Lokasinya dinilai sangat strategis dibandingkan lokasi lainnya yang sebelumnya sempat menjadi alternatif.

"Kami tetap bertahan rencana pembangunannya di lokasi lama itu karena memang posisi lokasinya sangat strategis. Kemudian Fasum itu sudah menjadi milik Pemkab Sidoarjo karena sudah diserahkan pengembang sejak Tahun 2017 kemarin," tegas Direktur Pelayanan PDAM Delta Tirta, Heru Firdausi.

Didampingi Humas PDAM Delta Tirta Yoyok Supriyanto, Heru menjelaskan, pembangunan DC itu untuk kepentingan masyarakat umum bukan untuk kepentingan pribadi. "Langkah pemkab juga sudah sesuai Permendagri Nomor 9 Tahun 2009 dan Perda Nomor 10 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Fasum. Tapi karena ada pro dan kontra, kami tetap harus menghormati. Kalau tak ada jalan maka bisa ditempuh jalan lainnya," tandasnya.

Sebelumnya, sempat diadakan pertemuan antara PDAM dan Pemkab Sidoarjo dengan perwakilan warga. Dalam pertemuan itu, sempat terjadi ketegangan antara warga yang menolak dan pro. Warga yang menolak memilih meninggalkan rapat dan walkout.

Warga yang menolak mengaku merasa ketakutan bakal terkena inbas pembangunan DC dengan ketinggian 15 meter itu. Apalagi, pembangunanya menggunakan tiang pancang besi. Warga ketakutan rumah mereka retak saat proses pembangunan.

"Belum lagi lalu lalang truk pengangkut urukan dan material bangunan. Kalau jalan ditutup karena dianggap mengganggu warga perumahan apa diperbolehkan warga menutup jalan ke pemukimannya sendiri," ujar Ny Juwanto, salah seorang warga.

Plt Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Sidoarjo, Benny Airlangga mengakui dalam rapat yang ketiga dengan warga memang belum mendapatkan hasil maksimal. Akan tetapi, karena ada yang mengusulkan dirapatkan di tingkatan RT maka semua diserahkan ke pihak RT dan RW setempat.

"Yang penting warga mengusulkan unek-uneknya. Jangan sampai ada pokoknya menolak. Pro dan kontra itu biasa karena melibatkan banyak warga. Yang jelas lokasi pembangunan DC itu sudah bukan Fasum Perumahan Pondok Jati lantaran sejak 2017 sudah diserahkan ke Pemkab Sidoarjo. Untuk desain bangunan 15 meter kan bisa diredesain asalnya warga sepakat atas pembangunannya," katanya.

Sedangkan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Pemkab Sidoarjo, Heri Soesanto menegaskan jika warga tetap ngotot keberatan atas pembangunan DC itu maka bisa mengajukan berbagai bentuk keberatan melalui jalur hukum.

Sebanyak 29 perwakilan warga Pondok Jati sempat pula mendatangi kantor DPRD Sidoarjo, pada Januari 2019. Perwakilan warga RT 35, RT 36, dan RT37, RW 09 Perumahan Pondok Jati, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo ini menolak rencana pembangunan Tower PDAM Delta Tirta Sidoarjo senilai Rp 189 miliar di sekitar lingkungan Fasum mereka.

Warga tidak rela fasum perumahannya digunakan untuk pembangunan nonwarga. Warga minta agar PDAM mengalihkan pembangunan DC ke asset pemkab lainnya yang tidak jauh dari fasum Perumahan Pondok Jati.

Heru Firdausi lebih lanjut menjelaskan, distribution centre yang akan dibangun itu nantinya berfungsi sebagai tandon reservoir untuk menampung air dari umbulan. Pendistribusiannya juga untuk area Perum Pondok Jati dan beberapa daerah sekitarnya. Ke depan, rencana juga akan dibangun DC di Kahuripan, Jumputrejo,Gedangan, Buduran, V
Candi, dan Jabon. (udi)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>