Pelatihan INOVASI Guru Sekolah Dasar Bedah Kelas Inovatif

Rabu, 10 Oktober 2018  19:00

Pelatihan INOVASI Guru Sekolah Dasar Bedah Kelas Inovatif

Guru-guru pendampingan program INOVASI paparkan hasil bedah kelas dari kelompok masing-masing. (BM/HARUN EFFENDY)

 

SIDOARJO (BM) - Tim Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) Jawa Timur dan Sidoarjo melakukan pendampingan guru-guru Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) terbaik se Kecamatan Candi dan Kecamatan Tanggulangin untuk dilatih metode pembelajaran inovatif dengan bedah kelas di SDN Kalisampurno 3 Perumtas 2 Kecamatan Tanggulangin, 9-10 Oktober.


Selama dua hari guru-guru ini diberikan pelatihan untuk melakukan desain ulang interior di kelas, dari kelas reguler menjadi kelas Inovatif, dimana model kelas Inovatif ini di Negara lain sudah familiar. Sebab kelas inovatif sebetulnya metode lama (dulu : CBSA), namun baru-baru ini dibawa ke Indonesia oleh kegiatan kemitraan Pemerintah Indonesia dan Australia, INOVASI melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Dari pengamatan Berita Metro bahwa perbedaan kelas konvensional yang sudah dibedah jadi kelas inovatif ini seperti, untuk hasil karya sekolah dari masing-masing siswa ditampilkan, ada yang digantung, ditempel di dinding, kemudian ada sudut baca yang koleksi buku disesuaikan tingkat kelas.


Selain itu, untuk penataan tempat duduk dan bangku dibuat berkelompok, dengan tujuan, agar timbul kerjasama, dimana siswa yang pintar membantu yang kurang, karena nantinya juga akan dirolling antar kelompok, lalu, motivasi lainnya akan  muncul istilah yang namanya tutor sebaya, sehingga semakin menguatkan keakraban di kelas.


Di bagian lain, juga ada alat peraga edukatif, yang fungsinya misal jika murid tidak paham pelajaran matematika, maka siswa dapat mencoba menghitung dengan alat peraga edukatif tersebut, sehingga belajar terasa menyenangkan. Kemudian untuk model kelas inovasi ini akan dibongkar sementara hanya waktu ujian sekolah dan ulangan kelas saja.


Menurut Kepala Sekolah SDN Kalisampurno 3, Nawati SPd, adalah kehormatan sekolahnya yang baru berusia 4 tahun ini ketempatan kegiatan inovasi, sebab sekolahnya dikunjungi Kepala Dindikbud Jatim dan Kepala Kemenag Sidoarjo. “Untuk program inovasi masih kelas rendah, kelas 1 dan kelas 2. Setelah ini kami adakan kegiatan lanjutan untuk sekolah yang sekitar yang dalam satu gugus,” katanya usai penutupan, Rabu (10/10) sore.


Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo, H Achmad Rofi'i SH MPd.i mengatakan, kalau program INOVASI ini sangat terkait dengan lima budaya kerja di Kementerian Agama, salah satunya inovasi, sebab implementasinya sudah menjadi kebutuhan individu bagi tenaga pendidik dalam mengembangkan kemampuan anak didiknya. “Sekolah itu jangan berfikir jumlah muridnya banyak, tetapi mulai berfikir kurikulum apa yang akan diterapkan agar dapat diterima di lingkungan sekitar,” tuturnya.


Artinya, masih Rofi'i, kalau program INOVASI ini nantinya bisa diterapkan di lembaga pendidikan dibawah naungan Kemenag yakni MI, sebab modelnya bisa dibuat seperti ekstra kurikuler. “Soal biaya, sudah ada soal inovasi, selain itu dalam Perbup (Peraturan Bupati) disebutkan, seseorang itu harus meningkatkan kompetensi dirinya, membiayai dirinya sendiri dalam batas 20%, ini dapat mendorong pegawai meningkatkan kinerja, artinya nanti akan ketemu metode pembiayaan, di INOVASI ini biaya-biaya yang terprogram dan diluar program,” ulasnya.


Sementara itu, Desy, guru SD Balong Dowo Kecamatan Candi yang turut serta mengikuti jalannya pelatihan mengungkapkan optimisme sepulangnya nanti. “Pertama telah merubah mindset saya soal metode pembelajaran yang inovatif, sehingga saat mengajar akan saya terapkan, dan saya yakin efektif mendorong prestasi murid. Dan selanjutnya akan saya ajak guru-guru yang melakukan hal yang sama,” jelasnya setelah penutupan kegiatan. (har)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>