Tipu Konsumen, Bos PT BML Dipolisikan

Kamis, 22 September 2016  19:32

Tipu Konsumen, Bos PT BML Dipolisikan

Sebagian pembeli tanah kavling yang dipasarkan PT Bumi Mandiri Lestari saat mendatangi Mapolres Sidoarjo.

SIDOARJO (BM) - Puluhan orang yang merupakan konsumen penjualan tanah kavling yang dipasarkan PT Bumi Mandiri Lestari (BML) mendatangi Mapolres Sidoarjo. Mereka melaporkan Direktur PT BML, Suyanto, terkait penjualan tanah kavling yang dipasarkannya.
Dalam laporannya, puluhan konsumen pengembang perumahan itu menuding pembangunan perumahan kavlingan yang dijalankan PT BML tak lebih dari bisnis tipu-tipu. “Kami melaporkan Suyanto (Direktur PT BML) ke polisi,” kata Andi Wiranto, salah satu pelapor, Kamis (22/9).
 
Warga kawasan Gubeng Surabaya ini menuturkan, kasus itu bermula saat dirinya membeli sebuah rumah kavlingan kepada PT BML, melalui brosur yang didapatnya beberapa tahun lalu. Obyeknya berada di Desa Sambibulu, Kecamatan Taman. Lantaran harganya dinilai cukup terjangkau, ia pun membeli salah satu blok dan membayar uang muka yang dipersyaratkan PT BML. “Sampai saat ini, uang saya yang sudah masuk ke pengembang lebih dari Rp 50 juta,” ungkap Andi.
 
Lain lagi yang diungkapkan Yayan. Awalnya, pembayaran rumah tersebut cukup lancar. Namun, tiba-tiba macet selama sekitar setahun terakhir. Usut punya usut, masalah itu ternyata disebabkan tanah yang akan dibangun rumah kavlingan, belum dibebaskan. “Katanya, tanah itu dibeli PT BML seharga Rp 2 miliar. Tapi sampai sekarang ternyata baru dibayar sekitar Rp 200 juta. Akhirnya tanah itu ditutup pemiliknya,” ujar Yayan,
 
Tentu saja, kenyataan itu membuat para pembeli kavlingan dari PT BML yang jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan orang, sangat kecewa. Belakangan juga terungakap PT BML tidak hanya membuka usaha kavlingan di Sambibulu. Melainkan juga di tiga lokasi lain. Yakni di Dusun Sambiroto dan Dusun Sambisari (Desa Sambibulu), serta di Desa Cangkringsari, Kecamatan Sukodono.
 
“Rata-rata, para pembeli sudah membayar uang muka antara Rp 20 juta hingga Rp 50 juta. Bahkan, sebagian juga sudah mengangsur. Tapi tanah yang akan dibangun rumah kapling ternyata bermasalah, karena belum dibebaskan oleh pengembang. Kami merasa telah ditipu oleh PT BML,” terang Andi Wiranto lagi. 
 
Ironisnya, saat berusaha mencari solusi dengan menanyakan masalah tersebut kepada Suyanto, bos PT BML yang diketahui tinggal di Desa Sambibulu RT 03 RW 01 itu, terkesan tak kooperatif. “Ponselnya bisa dihubungi, tapi tidak pernah diangkat. Selama sekitar setahun terakhir ini, nasib kami tidak jelas,” ungkapnya.
 
Para pembeli yang merasa tertipu itu, mendesak aparat kepolisian menangani kasus tersebut untuk diselesaikan secara hukum. Mereka kembali menengarai, usaha yang dijalankan PT BML hanyalah bisnis tipu-tipu yang berpotensi merugikan orang lain. “Kami ingin uang kami dikembalikan,” tegas Andi.
 
Hingga saat ini, Suyanto belum bisa dikonfirmasi terkait laporan para konsumennya ke Polres Sidoarjo. Saat beberapa kali coba dihubungi ponselnya, tidak pernah diangkat meski terdegnar nada sambung. (cls/udi)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>