Arek Suroboyo U16 Lolos 8 Besar Piala Menpora U16

Sabtu, 15 Juni 2019  09:58

Arek Suroboyo U16 Lolos 8 Besar Piala Menpora U16

Bek Arek Suroboyo (hijau) berjibaku dengan penyerang Anak Bangsa Onla Kahfi. (BM/HARUN EFFENDY)

SIDOARJO (BM) – Kesebelasan muda Arek Suroboyo U16 berhasil melaju ke babak 8 besar Piala Menpora U16/2019 Regional Surabaya setelah di penyisihan Grup C menang 3-1 atas klub anggota kompetisi kompetisi Persebaya, Anak Bangsa di Lapangan Arhanudse-8, Gedangan, Jum’at (14/06/19) siang kemarin.
 
Bukan hal mudah untuk mengalahkan klub milik anggota Exco Askot PSSI Kota Surabaya tersebut, pasalnya, Anak Bangsa diperkuat oleh mantan-mantan pemain yang pernah dibesarkan oleh Bhayangkara FC U15, seperti Onla Kahfi. Praktis 15 menit pertama kendali permainan menjadi milik Anak Bangsa. Penguasaan bola benar-benar dikuasai dan memaksa Arek Suroboyo hanya bermain setengah lapangan.
 
Beban berat harus menang Arek Suroboyo setelah pada game pertama kalah kontroversial 1-2 dari Krian United membuat anak asuh mantan pemain Persebaya era 90-an, Winarno ini sulit keluar dari tekanan Anak Bangsa.
 
Dibantu pelatih kiper Riono dan asisten Haryanto, Mbah Win (Sapaan Karib) menginstruksikan pasukannya untuk bermain ngeyel dengan presing ketat. Arek Suroboyo tidak memiliki pilihan selain keluar menyerang. Alhasil, Arek Suroboyo mulai mampu mematahkan permainan tiki-taka yang diperagakan Anak Bangsa hingga berakhir 0-0 di 30 menit babak pertama.
 
Mengawali babak kedua, Arek Suroboyo tidak mengendurkan semangat dengan bermain lebih keras serta terus melakukan pressing ketat bergelombang, sehingga mampu mencuri gol lewat tembakan keras Moch Abell Alfariq menit ke-45, memanfaatkan bola rebond.
 
Keputusan kontroversial lagi-lagi diambil wasit yang memimpin laga Arek Suroboyo. Saat terjadi duel di udara, pemain bertahan Moch Imron dianggap wasit melakukan sikutan. M Danny KH sukses mengeksekusi menit 55, memaksa kiper Gruda Arivianando Arya Raja Pradita harus memungut bola di gawangnya, skor imbang 1-1.
 
Hadiah pinalti kontroversial tersebut sangat menyesakkan dada segenap punggawa dan pendukung Arek Suroboyo. Namun, mencoba berbesar hati, tidak begitu lama, Arek Suroboyo seolah mendapat energi tambahan, dimana sudah tidak lagi memikirkan kinerja wasit dalam memimpin pertandingan. Bak perang 10 November 1945, dengan kemampuan yang dimiliki, Arek Suroboyo kembali bermain penuh semangat sepanjang waktu yang tersisa.
 
Semangat kepahlawan Arek-Arek Suroboyo dalam merebut kemerdekaan Indonesia dari kaum penjajah, benar-benar menyatu ke dalam sanubari tim bentukan Askot PSSI Surabaya ini. Di sisa waktu lima menit, Arek Suroboya mampu mencetak dua gol tambahan melalui aksi Moch Abell Alfariq dan heading M Fathur Rochman.
 
Dengan kemenangan tersebut, untuk sementara Arek Suroboyo memuncaki Grup C disusul Krian United dan Anak Bangsa. Sedangkan partai hidup mati Anak Bangsa akan ditentukan saat melawan Krian United. Tidak ada pilihan, selain harus menang dengan skor besar, sementara Krian United cukup meraih hasil seri.
 
Kontroversi Lawan Krian United

Dibagian lain, pada laga pertama pagi hari, saat melawan Krian United. Permainan Arek Suroboyo di awal laga terlihat masih canggung, terutama terkejut saat terjadi gol kemasukkan di menit-menit awal babak pertama melalui tendangan bebas yang membentur tiang. Kemudian bola pantul berhasil disambar lawan dan tertinggal 0-1.
 
Kerja sama dan komunikasi Arek Suroboyo sebagai tim yang baru saja dibentuk betul-betul diuji oleh Krian United yang terlihat lebih siap menghadapi kompetisi Piala Menpora, dimana kematangan bermain secara tim sudah tampak jelas.
 
Namun, pada pertengahan babak kedua, Arek Suroboyo sebenarnya mulai menemukan bentuk permainan dan berani bermain keluar. Lebih-lebih saat terjadi gol penyeimbang yang diciptakan oleh bek Moch Imron yang melakukan overlaping saat terjadi tendangan bebas.
 
Skor imbang mampu dipertahankan Arek Suroboyo hingga lima menit jelang bubaran, sampai terjadinya sikap kontroversial wasit. Kronologinya, pada saat pemain Arek Suroboyo dianggap melakukan pelanggaran, bola liar diambil oleh penyerang Arek Suroboyo Aimar Syarief, lalu bola diberikan kepada pemain Krian United dengan cara digelindingkan ke tanah.
 
Pada saat bola menggelinding sejauh sekitar 3 meter itulah, pemain Krian United langsung menendang bola untuk disodorkan ke rekannya, yang kemudian dengan bebas menggiring bola dan mengirim umpan datar yang langsung disambar temannya menjadi gol.
 
Sontak, kejadian tersebut menimbulkan protes keras terhadap keputusan wasit hingga memicu perdebatan panjang. Pasalnya, bola keuntungan Krian United tidak sah, karena pada saat ditendang, bola masih menggelinding, tidak berhenti. Sedangkan wasit ngotot kalau bola sudah berhenti saat ditendang.
 
“Alhamdulillah, anak-anak bermain luar biasa, sebab wasit yang memimpin dua pertandingan kami betul-betul menimbulkan spot jantung kinerjanya, apalagi di Grup C, kami harus bertemu dengan dua tim bagus kualitasnya,” ujar Winarno setelah pertandingan.
 
Pertandingan babak 8 besar sendiri dilangsungkan, Sabtu (15/06/19) siang ini. Dilaksanakan setelah sisa pertandingan babak penyisihan di keempat grup yang ada. Arek Suroboyo sendiri lawannya di delapan besar masih menunggu hasil pertandingan grup lain juga klasemen akhir Grup C, yang mana saat berita ini ditulis, Krian United unggul sementara 1-0 atas Anak Bangsa. (han)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>