Berharap Wali Kota Risma Buka Kompetisi U-13, U-15 Dan U-17 Askot PSSI Surabaya
Bidang Kompetisi Liga U-13, U-15 Dan U-17 Askot PSSI Surabaya Ahmad Yari Saat Sosialisasi Di Warung Milenial Kopi Joss, MERR, Minggu (12/1/2020) Siang. (HARUN)
By: harun
12 Jan 2020 15:52
 
 

SURABAYA (BM) – Klub anggota Askot PSSI Surabaya berharap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dapat membuka secara langsung kompetisi yang akan digulirkan Maret 2020 mendatang. Keinginan itu diketahui saat “Sosialisasi Kompetisi U-13, U-15 dan U-17 Askot PSSI Surabaya 2020” di Warung Milenial Kopi Joss, Jl Soekarno-Hatta, MERR, Surabaya, Minggu (12/1/2020) siang.

Perwakilan klub Maestro Saiful menyambut gembira bakal digelarnya kompetisi Askot. “Senang Askot PSSI Surabaya membuat kompetisi. Saya mengusulkan untuk membuat pakta integritas antara Askot dengan klub anggota agar kompetisi bisa berjalan baik,” katanya disela-sela sesi tanya jawab.

Ia menambahkan, bahwa dengan besarnya kegiatan ini nantinya, pihaknya berharap bisa dibuka langsung oleh Bu Risma (Wali Kota Surabaya). “Wali Kota notabene adalah pembina olah raga di Surabaya, jadi sudah semestinya dapat hadir saat upacara pembukaan,” harap Saiful.

Dalam kesempatan itu, Bidang Kompetisi Ahmad Yari mengatakan, kalau dirinya akan berusaha mengawal jalannya kompetisi. “Bukan soal juara tetapi bagaimana proses kompetisi dapat berjalan dengan baik,” ucapnya saat memberikan pemaparan.

Secara umum ia menyampaikan beberap hal, diantaranya mengenai Protection, yakni ditinjau dari sisi permainan, seperti tidak ada pemain yang dalam sehari bertanding hingga empat kali. Kemudian dari sisi administrasi, maka untuk data asal-usul pemain itu kepemilikan klub jelas.

Berikutnya soal Education, ia menjelaskan, kalau bermain sepak bola itu ternyata agak rumit, berkaitan dengan kurikulum sepak bola, seperti program Filanesia itu harus turun hingga ke bawah, selanjutnya juga soal etika bermain, dan sebagainya.

Lalu tentang Empower, dirinya bertanya mengenai masa depan pemain itu seperti apa. “Apa yang menjadi masa depan itu? Anak didik kita, atau klub kita?. Lantas, bagaimana menanamkan spirit yang luar biasa dapat kita mulai dari SSB yang kita bina,” paparnya.

Dan yang terakhir tentang Goal atau tujuan. “Liga Askot, pemain akan mendapatkan kesempatan bermain yang cukup besar, satu tim bermain 10 kali minimal, sehingga pada akhirnya Askot PSSI Surabaya dapat melahirkan pemain-pemain yang terasah dan memiliki mental bagus. Kemudian dapat berlanjut ke jenjang berikutnya, seperti kompetisi Elite Pro, Liga 3, Liga 2, Liga 1, dan seterusnya,” terangnya.

Di tataran pelatih, dirinya bicara soal standarisasi pelatih dapat ditingkatkan, artinya semakin tinggi ilmu kepelatihan dilihat dari sudut lisensi kepelatihan, maka anak didik yang sedang berkompetisi pasti juga akan meningkat kemampuannya. “Pelatih kepala U-13 dan U-15 dipegang yang memiliki lisensi minimal D. Sedangkan untuk U-17 ditangani pelatih kepala berlisensi C,” jelasnya.

Selain itu, untuk perangkat pertandingan, yakni wasit dan match commisioner (MC) dipastikan dapat meningkat kemampuannya seiring banyaknya pertandingan. “Akan ada penambahan perangkat dengan kursus lisensi wasit dan MC, akan kita adakan bulan ini, sebab terutama saat ini dituntut melek teknologi, bisa komputer,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pendaftaran peserta kompetisi mulai Sabtu (11/1/2020) dibuka hingga 15 Februari. “Disela-sela itu, sebelum kompetisi bergulir juga diadakan pelatihan bagi para pelatih yang menangani tim, selain juga ada verifikasi tuan rumah tanggal 10-15 Februari,” pungkasnya. (han)


Create Account



Log In Your Account