Emas Terakhir Jatim dari Voli Putra

Rabu, 28 September 2016  19:39

Emas Terakhir Jatim dari Voli Putra

Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung (tengah) bersama tim voli putra Jatim usai laga final

SOREANG (BM) - Upaya kontingen Jatim mengawinkan medali emas dari cabang olahraga (cabor) bola voli indoor PON XIX/2016 Jawa Barat tak terpenuhi. Pada perebutan medali di GOR Sabilulungan Kompleks Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (28/9), tim putra Jatim meraih medali emas lima kali beruntun di arena PON. Sementara tim putri kembali menggondol medali perak.
 
Pencapaian tak jauh berbeda dari PON XVIII/2012 Riau diterima tim voli indoor Jatim. Tim putra Jatim merebut medali emas kelima di ajang usai menang atas Jawa Tengah dengan skor 3-0 (28-26, 25-18, 25-19). Laga ini tak ubahnya ulangan empat tahun lalu. Waktu itu, tim putra Jatim juga tanpa ampun melibas Jateng dengan skor telak 3-0 (25-15, 25-20, 25-19).
 
Menariknya, Rendy Tamamilang dkk selalu mencatat kemenangan 3-0 sepanjang multievent empat tahunan di Tanah Legenda. Artinya, Jatim belum tersentuh satu set pun kekalahan. Hasil ini membuat bumi Jer Basuki Mawa Bea mendominasi PON sejak edisi tahun 2000, kemudian berlanjut pada 2004, 2008 dan 2012.
 
"Raihan itu buah kerja keras pemain. Alhamdulillah kami bisa mempertahankan gelar juara. Bahkan merebut gelar kelima beruntun sejak PON 2000," ungkap pelatih tim putra Jatim Ibarsjah Djanu Tjahjono kepada awak media seusai pertandingan.
 
Sayang, pencapaian tim putra tidak diikuti tim putri. Sebab, Maya Kurnia Indri dkk tak mampu menumbangkan musuh bebuyutannya, Jawa Barat (Jabar). Perlawanan tim putri Jatim diredam Jabar dengan skor 3-0 (25-16, 25-17, 25-21). Sementara pada empat tahun lalu, Jabar mengalahkan Jatim dengan skor 3-2 (26-24, 24-26, 19-25, 25-20, 15-11).
 
Asisten manajer tim bola voli Jatim Johanes Koento mengakui keunggulan Jabar. Ia menilai, Jabar layak memenangkan pertandingan ini lantaran kelas mereka satu strip di atas timnya. "Jabar diperkuat sekitar 80 persen pemain lama. Sementara kami hanya mempertahankan dua pemain veteran PON Riau, Novia Andriyanti dan Maya," ujarnya.
 
Kendati begitu, Koento tetap bangga dengan capaian anak buahnya. Pasalnya, jika melihat perjalanan tim putri Jatim dari pra-PON yang terseok-seok dan nyaris tak lolos ke PON Jabar, hasil ini dianggap sudah luar biasa. "Tim-tim lain tidak menyangka kalau kami bisa ke final. Apalagi Maya baru sembuh dari cedera lutut. Dia lebih banyak duduk di bangku cadangan," sebutnya.
 
Lebih lanjut Koento menyatakan bonus besar telah menanti tim voli indoor Jatim, terutama sektor putra. Namun, ia enggan menyebutkan nilai bonus yang disiapkan. "Masalah bonus saya koordinasikan dulu dengan manajer tim," tandasnya. (dek/epe)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>