Final Piala Presiden, Arema Tahan Persebaya 2-2

Selasa, 09 April 2019  21:17

Final Piala Presiden, Arema Tahan Persebaya 2-2

SURABAYA (BM) - Persebaya Surabaya ditahan Arema FC, di laga leg pertama final Piala Presiden 2019 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (9/4/2019). Pertandingan berakhir dengan skor sama kuat 2-2.

Dua gol Persebaya dicetak oleh Irfan Jaya dan Damian Lizio, sementara dua gol Arema dicetak oleh Hendro Siswanto dan Makan Konate.

Di menit-menit awal tuan rumah Persebaya berinisiatif melakukan penyerangan, sudah ada sepak pojok tercipta pada menit keempat.

Pada menit ketujuh, Irfan Jaya sukses mencetak gol pertama Persebaya.

Bola hasil sepakannya melengkung apik dan sukses menjebol gawang Kartika Ajie, kedudukan pun 1-0 untuk keunggulan tim besutan Djadjang Nurdjaman itu.

Laga baru berjalan 12, Persebaya melakukan pergantian pemain, Fandi Eko masuk menggantikan M. Hidayat yang terlihat kurang fit.

Arema menyamakan kedudukan melalui gol Hendro Siswanto pada menit ke-33. Hendro Siswanto membawa bola dan menusuk pertahanan hingga memasuki kotak penalti, ia pun langsung melesatkan sepakan keras ke gawang Miswar Saputra.

Sampai babak pertama selesai tidak ada gol tercipta, Persebaya dan Arema FC sama kuat dengan skor 1-1.

Memasuki awal babak kedua, kedua tim saling menyerang. Persebaya memiliki kesempatan mencetak gol melalui Manu Dzhalilov dan Fandi Eko Utomo.

Hanif Sjahbandi mendapatkan kartu kuning setelah menarik lengan Lizio di menit ke-51.

Empat menit berselang, Persebaya mendapat peluang. Akan tetapi umpan matang dari Lizio gagal disambut Manuchekhr Dzhalilov yang sudah berupaya melakukan sundulan.

Dua menit berselang, Arema gantian mendapat peluang melalui Ricky Kayame. Namun bola hasil sepakannya terlalu lemah dan mudah ditangkap Kartika Ajie.

Pada menit ke-63, Ricky Kayame ditarik keluar dan digantikan oleh Rivaldi Bawuo. Kemdian, Osvaldo Haay masuk menggantikan Fandi Eko Utomo di menit ke-68.

Menit ke-71, Persebaya mendapatkan hadiah penalti setelah Amido Balde dianggap jatuh oleh Hamka Hamzah di kotak terlarang.

Damian Lizio pun sukses menjadi algojo sepakan penati dan menceploskan bola di menit ke-72. Kedudukan pun menjadi 2-1 untuk Persebaya Surabaya.

Makan Konate mampu menyamakan kedudukan melalui sepakan bebas indah pada menit ke-78. Skor pun menjadi sama kuat 2-2.

Pada menit ke-87 Amido Balde mendapat kartu kuning karena menendang Arthur Cunha.

Sampai laga selesai, tidak ada lagi gol tercipta, skor akhir laga Persebaya kontra Arema sama kuat 2-2.

 

Susunan Pemain Kedua Tim:

Persebaya Surabaya: Miswar Saputra, M. Syaifuddin, Novan Setya Sasongko, Otavio Dutra, Hansamu Yama Pranata, Misbakhus Solikin, M. Hidayat, Damian Lizio, Manu Dzhalilov, Irfan Jaya, Amido Balde

Cadangan: Abdul Rohim, Rachmat Irianto, Ruben Sanadi, Fandi Eko, Osvaldo Haay, Rendi Irwan Saputra, Oktavianus Fernando

Pelatih: Djadjang Nurdjaman

 

Arema FC: Kartika Ajie, Hamka Hamzah, Arthur Cunha, Hanif Sjahbandi, Johan Alfarizi, Alfin Tuasalamony, Hendro Siswanto, Makan Konate, Dedik Setiawan, Dendi Santoso, Ricky Kayame

Cadangan: Utam Rusdiana, Alam, Jayus, Ricky, Nurhardianto, Muhammad Rafli, Rivaldi Bawuo

Skor 2-2, Suporter Persebaya Nyalakan Flare dan Lempari Pemain

 

Nyalakan Flare

Hasil itu membuat suporter tuan rumah kecewa.  Mereka meluapkan kekesalannya dengan menyalakan flare. Selain itu, mereka juga melempar botol ke dalam lapangan.

Suporter menilai kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra Senjaya dari Bandung tidak berimbang. Tak hanya itu, sejumlah suporter terlihat kecewa dengan kiper Persebaya Surabaya Miswar Saputra yang kebobolan dua gol.

Suporter tuan rumah yang kecewa usai pertandingan menyalakan flare. Suporter juga melempari pemain dan offisial serta petugas keamanan yang berada lapangan.

Pemain dan offisial dilempari botol air mineralPemain dan offisial dilempari botol air mineral Foto: Deny Prastyo Utomo

"Ayo rek dimatikan flarenya. Kasihan ada anak-anak," seru panpel di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (9/4/2019).

Tak menghiraukan seruan panpel, suporter tetap menyalakan flare hampir di setiap sudut stadion. Bahkan upaya Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan yag mencoba menenangkan suporter tetap tidak dihiraukan.

Kekesalan suporter pun terlihat memuncak ketika sejumlah pemain dan offisal yang masuk ke ruang ganti tetap dilempari oleh botol mineral.

 

Bentrok dengan Polisi

Sebelumnya, ribuan suporter yang tidak bertiket sempat terlibat bentrok dengan aparat keamanan di area luar stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Meskipun para suporter sudah disuruh pulang mereka tetap bergerombol dan memaksa masuk ke area stadion untuk menonton final Piala Indonesia 2019 antara Persebaya vs Arema Fc.

"10 menit lagi yang tidak bertiket silakan keluar dan pulang. Kalau tidak segera keluar kami akan pukul mundur kami akan buktikan tunggu saja," kata petugas melalui pengeras suara di pos masuk GBT, Surabaya, Selasa (9/4/2019).

Pantauan di lokasi, keadaan mulai berubah saat puluhan batu berterbangan ke arah petugas. Massa suporter juga mulai merangsek ke depan pos jalan masuk GBT.

Mulai hilang kesabaran, petugas langsung mengejar dan memukul beberapa massa suporter yang masih bertahan. Namun bukan mundur massa mulai beringas dan melemparkan apa saja.

Petugas membalas dengan menembakan gas air mata. Massa suporter kemudian berlarian mundur. Beberapa massa suporter yang tak sempat menyelamatkan diri terjatuh dan terinjak-injak serta mengalami sesak napas.

Massa suporter baru bubar setelah didatangkan dua mobil water cannon dan sebuah mobil raimas (pengurai massa) yang didatangkan dari dalam stadion.

Sedangkan sejumlah suporter yang terjatuh dan sesak napas langsung dievakuasi dan mendapat perawatan dari tenaga medis. Beberapa bahkan harus dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan. (bls/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>