IMI Jatim Uji Kompetensi Pimpinan Lomba, Juri dan Manajer

Selasa, 02 Oktober 2018  17:00

IMI Jatim Uji Kompetensi Pimpinan Lomba, Juri dan Manajer

Ketua Umum IMI Jatim, Bambang Haribowo di Hotel Sahid, Selasa (2/10/2018) pagi. (BM/HARUN EFFENDY)

SURABAYA (BM) - Guna menjaga kualitas perlombaan balap otomotif dari sisi kecakapan penyelenggaraan even di daerah-daerah, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan “Seminar dan Uji Kompetensi Olahraga Motor dan Mobil 2018” bagi mantan pembalap dan penghobi otomotif di Hotel Sahid, 2-3 Oktober.


Seminar dan uji kompetensi ini juga menjadi bagian sosialisasi perkembangan peraturan di dunia balap mobil dan balap motor dari IMI Pusat. Sehingga dapat menambah wawasan penggemar otomotif, terutama kepada pembalap dan manajer tim, yang mana dalam acara ini mengikuti uji kompetensi.


Kegiatan diawali pemaparan pengurus IMI Pusat, yang diwakili oleh Donny Maharjono dan Pudio Utoyo. Selanjutnya, diadakan uji kompetensi pimpinan lomba, juri dan manajer, yang mana menghasilkan lisensi bagi masing-masing roda empat maupun roda dua seperti, balap motor, moto cross, grass track maupun off road.


Mengingat banyaknya cabang otomotif maka, pelaksanaan acara dilakukan selama dua hari. Seperti di mobil ada, slalom, time rally, speed rally, off road, speed off road dan adventure off road. Kemudian untuk roda dua ada, balap motor, drag bike, moto cross dan grass track, total ada 10 cabang yang dibagi dua.


Uji kompetensi sendiri hanya dilaksanakan secara tertulis berdasarkan dari peraturan perlombaan yang diterbitkan oleh IMI Pusat, dan tidak ada ujian praktek. Karena untuk praktek diserahkan kepada kegiatan even di masing-masing daerah.


Peserta yang hadir berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jayapura (Papua). Serta daerah lainnya. Peserta asal luar daerah ini ikut karena hendak memperbarui masa lisensinya yang sudah tiga tahun, atau saat ini lisensinya sudah habis.


Lisensi yang dikeluarkan IMI Pusat diperuntukkan bagi pimpinan perlombaan, juri dan manajer. Dan selain memperbarui lisensi tiap tiga tahun, juga diberikan informasi terkini soal peraturan baru yang harus diketahui peserta.


“Sebab setiap tahunnya peraturan di dunia balap selalu ada perubahan, sesuai perkembangan teknologi dan jaman. Dan kegiatan ini semua dari pusat, terkait peraturan dan lisensi. Maka harus diadobsi seluruh Indonesia karena aturannya satu untuk semua,” kata Ketua Umum IMI Jatim, Bambang Haribowo disela acara, Selasa (2/10) pagi.


Masih Bambang, kalau di Jatim rutin per tiga tahun selalu diadakan uji kompetensi ini, dimana terakhir diselenggarakan pada 2016 silam. “Daerah-daerah lain yang tidak mampu menyelenggarakan ikut ke Jawa Timur,” lanjut pria yang disapa Bambang Kapten ini.


Bagi IMI Jatim sendiri dengan kegiatan sosialisasi ini dirasakan telah terakomodir ke daerah-daerah apa yang menjadi harapan, sebab sebanyak 160-an peserta yang hadir memiliki makna, kalau apa yang diselenggarakan ini mendapat banyak apresiasi dari penggemar otomotif, dibuktikan dengan banyaknya peserta yang partisipasi.


Lisensi yang didapat nantinya sangat dibutuhkan peserta. Karena sifatnya wajib bagi penggemar otomotif sebab, kalau tidak memiliki lisensi maka tidak bisa jadi pimpinan lomba, tidak bisa jadi juri, dapat diartikan semacam SIM (Surat Ijin Mengemudi) bagi pengendara.


Sementara itu, menurut Bambang, di Asian Games tidak ada cabor otomotif. Karena Asian Games sifatnya amatir. Sementara kegiatan balap itu olahraga profesional, “hanya di Indonesia PON (Pekan Olahraga Nasional) ada balap motornya,” ungkapnya sambil tertawa.


Untuk kejuaraan balap di dunia adanya seperti Moto GP, “jadi kalau olahraga otomotif, mereka langsung profesional. Kebetulan Indonesia saja yang mengapresiasi dengan diadakan di PON,” timpal pria eksentrik ini.


Pihaknya berharap kepada peserta nantinya, mereka dapat menerapkan apa yang sudah didapatkan, kalau jadi pimpinan lomba maka, jadilah pimpinan yang baik dan benar. Karena dalam lomba balap itu nomor satu adalah keselamatan, Bambang berpesan, jangan sampai ada sirkuit yang membahayakan, lalu ada pembalap yang pakaiannya kurang lengkap.


Kemudian hasil dari uji kompetensi ini semisal ada pihak-pihak yang hendak menggelar even lomba balap maka, pihak tersebut dapat mengambil pimpinan lomba dari teman-teman yang mengikuti uji kompetensi ini. Karena pimpinan lomba harus punya lisensi dari IMI.


Peserta sendiri tidak harus mantan pembalap, orang umum bisa, tetapi harus penggemar otomotif sebagai dasar. Artinya yang ikut ini adalah orang hobi otomotif semua. “Saya berpesan kepada anak-anak muda yang hobi balap bisa memanfaatkan sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT),” amanat Bambang.


Karena sirkuit GBT, lanjut Bambang, disediakan khusus oleh Walikota Surabaya, ibu Tri Risma Harini bagi yang hobi balap, sehingga jangan ada lagi balap liar yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.


Menanggapi fakta masih banyak balap liar, Bambang menyitir pribahasa, patah tumbuh hilang berganti, artinya pembalap liar ditarik ke balap resmi, tumbuh lagi yang liar, begitu seterusnya. “Sebab balap liar itu identitas anak muda dalam mencari jati diri. Saya sendiri pernah mengalami rasanya jadi anak muda. Itu memang susah, itu memang dimakan usia,” kenangnya.


Dirinya mengatakan, kalau seseorang sudah dimakan usia, dan sudah menemukan tempat yang benar baru akan ke situ, tetapi nanti tumbuh baru lagi. Terus tidak habis-habis. “Nah edukasinya kepada orang tua,” titahnya.


Bambang sendiri saat muda bercerita, kalau motivasi balap liar jaman muda dirinya, karena sarana motor ada, “otomatis saya berkumpulnya sama-sama yang punya motor. Satu saja yang ngajak, werr, werr, werr, sudah semua ikut. Tidak ada motivasi khusus. Tidak ada kaitan sama orang tua, tetapi lingkungan kita bergaul,” ungkapnya.


Menurutnya, pergaulan itu lebih berbahaya (pengaruh) lingkungannya, apakah di rumah itu didoktrin apapun, kalau sudah temannya bilang, gak mbois ya gak nyambung, gak mbois kalau gak trek-trekan. “Beruntung saya dapat tempat di moto cross, dan itupun tanpa sepengetahuan orang tua, sebab tidak boleh,” ucapnya.


Menutup pembicaraan, Bambang mengisahkan dirinya, suatu hari memenangi perlombaan balap, lantas masuk pemberitaan, kemudian diberikan ucapan selamat dan bangga oleh orang tuanya, namun besoknya ada lomba lagi, kalau ijin juga tidak boleh, sambil tertawa lebar mengenang jaman keemasannya. (har)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>