Merantau ke Surabaya, Pesepakbola Papua ini Tembus Liga 1
Samuel Rheimas saat membela Perseru Serui di Liga-1 Indonesia. (BM/IST)
By: harun
9 Sept 2019 11:21
 
 

SURABAYA (BM) - Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah bekas jajahan Belanda. Kemudian, Pada Desember 1949, Belanda secara resmi mengakui kedaulatan Indonesia dengan pengecualian wilayah Nugini Belanda (Nugini Barat).


Namun, pemerintahan Soekarno mengklaim kendali Indonesia atas wilayah Papua Barat, dan dengan tekanan dari Amerika Serikat, Belanda menyetujui Perjanjian New York di Markas Besar PBB, yang hasilnya meminta Belanda untuk menyerahkan wilayah tersebut kepada pemerintahan Indonesia pada Mei 1963.


Sedikit kutipan sejarah di atas, penting untuk diingat kembali, agar konsentrasi kita, sebagai bangsa yang merdeka, tetap terjaga untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan menyeluruh bagi kesejahteraan rakyat, sehingga tidak mudah terbelah oleh isu-isu yang bertujuan memecah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.


Sebagaimana diketahui dari pemberitaan akhir-akhir ini, insiden di Malang, Surabaya dan Papua, pada perkembangannya itu dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang saat ini terus dikejar oleh aparat keamanan. Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk kembali tenang menunggu hasil pengembangan penyelidikan kasus tersebut.


Untuk itu, khususnya di Kota Surabaya, pemerintah kota telah mengambil langkah-langkah cepat dalam mengembalikan kerukunan antar suku bangsa yang telah lama hidup berdampingan secara damai di kota pahlawan. Diantaranya, kegiatan festival, maupun acara panggung publik di lokasi-lokasi strategis seperti CFD Taman Bungkul yang melibatkan budaya Papua.


Sehubungan dengan itu, kami ajak untuk melihat jauh sebelum ada insiden Kalasan beberapa waktu lalu, dengan menelusuri kegiatan olah raga futsal di Surabaya, yang mana ada satu tim yang beranggotakan anak-anak perantau dari Papua dan daerah lain, termasuk pemain dari Jawa sendiri. Semuanya bekerjasama dengan baik dan penuh persaudaraan.


Nama tim tersebut, Godbless. Sebagian besar pemainnya berasal dari kawasan Indonesia timur, seperti Maluku, NTT dan Papua. Tetapi, juga ada pemain lokal, termasuk pemiliknya adalah pengusaha muda muslim. Kemampuan memadukan perbedaan, menjadi kunci sukses tim ini bertahan hingga saat ini, mengukir banyak prestasi. Dilahirkan kompetisi futsal, ArekSuroboyo Futsal League (AFL), Godbless kini menjelma menjadi salah satu kekuatan futsal di Jawa Timur.


Dan, satu pemain Godbless yang berhasil meraih prestasi luar biasa, yakni Samuel Rheimas. Pemuda daerah asli, Serui, Papua ini, saat ini telah melalang buana di Liga-1 Indonesia. Usaha untuk meraih cita-cita pun tercapai setelah belajar memperdalam pengalaman sepak bola di Surabaya.


Saat pertama kali di Surabaya, Sam, sapaan akrab, ditampung oleh pemilik klub Anak Bangsa, anggota internal Persebaya, Hendrik Piter. Kondisi sepak bola yang masih belum stabil kala itu, sekitar 2012, dirinya juga bermain futsal dengan kompetisi yang lebih stabil. Menempati posisi kiper, Sam terus membantu timnya meraih prestasi.


Puncaknya, pada saat Persebaya Surabaya kembali ke kasta Liga-2 sepak bola nasional, 2017, Sam turut bergabung, dan Persebaya juara. Namun, tahun berikutnya, dirinya ditarik ke peserta Liga-1 lainnya, Perseru Serui yang daerah asalnya. Tahun ini, Sam berlabuh memperkuat Bali United.


Dari sepenggal perjalanan Sam itu, dapat dikatakan, bahwa kerukunan suku di Surabaya, sudah terjalin lama, sebab kisah Sam ini, hanya sebagian kecil perjuangan anak-anak Papua yang ingin menjadi pesepakbola profesional, dengan merantau ke Surabaya. Bahkan, dulu juga ada nama tim Royal Papua di kompetisi Persebaya. Tidak hanya Papua, sejumlah daerah di Indonesia pun berbondong-bondong belajar ke Surabaya, karena dikenal memiliki kompetisi usia muda yang bagus.


Sehingga, tidak sepantasnya kita sebagai bangsa yang besar, dengan mudah melupakan sejarah panjang bangsa ini, yang telah mengikat dalam sumpah pemuda Oktober 1928. Oleh sebab itu, penting untuk disiarkan kepada semua generasi muda, bahwa Indonesia merupakan bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai budi luhur, semangat persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI, mengedepankan musyawarah dan semangat kegotongroyongan. Khususnya di Surabaya yang ramah buat siapa saja.


"Congratulation Kaka Samuel Rheimas, idola dan panutan kami semua, yang mengajarkan kami bagaimana kerja keras, fokus dan attitude akan menghasilkan hasil dan pencapaian yang indah, selamat Liga 1 di Perseru Serui (Papua)," ucap bos Godbless di akun Instagram, Hepta Sandy. (han)

Samuel Rheimas (kanan kedua) saat membawa Godbless Runner Up Liga Futsal, AFL Surabaya. (BM/IST)

Create Account



Log In Your Account