Rungkut FC Maksimalkan Pemain SSB
Suasana latihan peserta Playoff PSSI Surabaya, Rungkut FC di lapangan Kedung Asem, Rungkut, Selasa (11/4) Sore.
By: Wahyu
11 Apr 2017 19:43
 
 
SURABAYA (BM) – Peserta Playoff Internal PSSI Surabaya, Rungkut FC akan mengarungi ketatnya kompetisi dengan memaksimalkan pemain binaan Sekolah Sepak Bola (SSB) sendiri. Seperti yang terpantau dalam latihan rutin di lapangan Kedung Asem, Rungkut, Selasa (11/4) Sore.
 
Klub yang menang 2-1 saat ujicoba menjamu tim yang melahirkan pemain nasional Evan Dimas Darmono, Mitra Surabaya, ini memilih mengoptimalkan pemain-pemain binaan setelah skuad utamanya tidak hadir pada screening di kantor PSSI Surabaya, Gelora 10 November, Senin (10/4) lalu. 
 
Beberapa pemain yang didaftarkan sempat mendapat protes dari panitia pendaftaran pemain karena dinilai belum memenuhi ketentuan. “Jangan sampai playoff nantinya dianggap main-main dan diketawakan sebelah (Internal Persebaya),” kata panitia yang enggan disebut namanya.
 
Menurut pelatih kepala Rungkut FC, Khoiron, dirinya bersama manajemen terpaksa mengambil keputusan darurat karena terjadi miskomunikasi dengan pemain pinjaman luar daerah. “Jangan dilihat kecil-kecilnya postur pemain kami. Kita lihat di lapangan saja,” ujarnya di sela latihan Rungkut FC.
 
Meski telah melaksanakan screening pemain, masih belum diketahui kapan playoff akan digelar setelah sebelumnya dijadwalkan bakal kickoff 13 April. “Kemarin belum dikabari jadwal. Rencananya panitia akan menginformasikan lewat SMS,” terang Khoiron.
 
Bergulirnya playoff akan mempertegas dualisme kompetisi di Surabaya. “Sebelumnya klub-klub internal Persebaya mengajukan mosi tidak percaya kepada ketua Askot (Gede Widiade). Namun masuknya Jawa Pos, mengubah segalanya karena punya kompetisi internal sendiri,” kata pengamat yang minta dirahasiakan.
 
Makin dekatnya masa bakti ketua Askot PSSI Surabaya yang habis Agustus mendatang membuat KONI Surabaya mulai melakukan pendataan 30 klub anggota yang terdaftar. Namun tersiar kabar klub-klub di Persebaya menolak disatukan dengan klub yang tergabung di PSSI Surabaya.
 
“Dua puluh klub anggota Persebaya menolak 10 klub (lama) di bawah naungan PSSI Surabaya. Alasannya anggota PT MMIB (dulu Persebaya DU),” sambung pria yang juga saksi sejarah konflik kepengurusan era Pengcab PSSI Surabaya tersebut. (har/nii)
 

Create Account



Log In Your Account