28 PAC PDIP Surabaya Gelar Mimbar Bebas

Rabu, 10 Juli 2019  17:55

28 PAC PDIP Surabaya Gelar Mimbar Bebas

Mimbar bebas di kantor DPC PDIP Surabaya

Surabaya (BM) – Merasa tidak puas atas keputusan DPP PDIP di konferensi cabang (konfercab) serentak pada Minggu (7/7), sebanyak 28 Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Kota Surabaya menggelar mimbar bebas di kantor DPC di Jalan Kapuas.

"Acara ini spontanitas dari kawan-kawan PAC tidak ada seorangpun yang menggerakan. Ketika partai membuat suatu keputusan yang masih di dalam rangka rancangan rekomendasi namun tahapan yang dilakukan oleh partai tidak mengakomodir arus bawah itu lah yang membuat kami kecewa," kata ketua PAC PDIP Simokerto Tri Widiyanto, Selasa (9/7/2019) malam.

Menurut Tri, yang dimaksud tidak mengakomodir arus bawah yakni DPP telah memilih Adi Sutarwijono menggantikan pimpinan DPC lama Whisnu Sakti Buana. Sebab, rekomendasi dari rapat kerja cabang (rakercab) sebelumnya telah bulat mengajukan Whisnu.

"Pada tanggal 27 Juli kemarin kami melakukan rapat kerja cabang. Di sana kami memutuskan atau seluruh 31 PAC se-Surabaya mengeluarkan rekomendasi keputusan bahwa kita memunculkan satu nama Whisnu Sakti Buana untuk duduk sebagai ketua cabang PDIP di Surabaya untuk kali ketiga. Namun hasil rapat kerja cabang 7 Juni tidak terakomodir pada konfercab. Itu yang membuat kita kecewa," tegas Tri.

"Justru (pada konfercab) mereka membacakan yang dimana kalimatnya bahwa DPP memutuskan untuk membaca rancangan rekomendasi ketua cabang PDIP Surabaya di mana strukturnya Adi Sutawijono sebagai ketua, Baktiono sebagai sekretaris dan Taru bendahara," Tri melanjutkan.

Dikatakan Tri, aksi mimbar yang digelar didukung mayoritas pengurus PAC PDIP se-Surabaya. Namun pada perkembangannya ada tiga PAC yang membelot memilih mendukung penunjukan Adi Sutarwijono yakni Kecamatan Rungkut, Tenggilis Mejoyo dan Gununganyar. Meski begitu, Tri tidak mempermasalahkan pilihan ketiga PAC tersebut.

"Ada 28 yang hadir. Yang membelot ada 3 PAC masing-masing Rungkut, Tenggilis Mejoyo dan Gununganyar. Tapi alhamdulillah ternyata kawan-kawan yang seperjuangan lebih banyak dari yang di sana," tandasnya.     

 

Tidak Takut Dipecat

Mereka, yang menggelar mimbar bebas mengaku tidak takut dengan pemecatan partai. Sebab langkah yang mereka tempuh adalah spontanitas dalam memperjuangkan demokrasi dan aturan partai.

"(Pemecatan) itu hanya sebuah retorika saja. Bagi kami yang terpenting kami melangkah dalam koridor yang tidak melawan hukum. Kami memperjuangkan sebuah rel demokrasi, rel partai, dan aturan partai yang harus dilalui," kata Ketua PAC Simokerto Tri Widiyanto kepada wartawan di kantor DPC PDIP Jalan Kapuas, Surabaya, Selasa (9/7/2019).

Meskipun aksi yang digelar menolak keputusan DPP PDIP dalam konfercab yang digelar pada Minggu (7/7), Tri mengaku seluruh PAC tidak bermaksud menentang ketua umum Megawati Soekarnoputri yang mana merupakan pemberi keputusan tertinggi dalam partai berlambang banteng moncong putih itu.

"Kami tidak pernah menentang ketua umum, kami tidak pernah menentang ketua umum yang mana keputusan tertinggi itu ada di partai. Tapi kita melawan mekanisme tahapan-tahapan yang tidak dilalui DPP," tegas Tri.

Senada, sekretaris PAC Wonocolo Sofyan menjelaskan seluruh pengurus PAC yang menggelar mimbar bebas telah siap jika ada sanksi pemecatan dari partai. Karena menurutnya mimbar bebas ini digelar sebagai aksi keprihatinan kepada ketua DPC Surabaya yang lama Whisnu Sakti Buana yang telah dizalimi.

"Siap untuk diri saya siap (dipecat). Jadi kalau memang semuanya siap kita siap. Ini kan hanya menyampaikan keprihatinan pada kepemimpinan Whisnu yang jelas-jelas terzalimi," beber Sofyan.

Lalu sampai kapan mimbar bebas akan digelar? Sofyan menegaskan mimbar tidak akan digelar malam ini saja. Namun akan terus berlanjut sampai ada perubahan yang berpihak kepada Whisnu.

"Kalau semalam saja tidak mungkin jadi kita nggak terbatas sampai kita memperoleh suatu perubahan," pungkas Sofyan.(det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>