8.000 GTT/PTT Disubsidi Hingga Bulan ke-14

Senin, 13 November 2017  22:21

8.000 GTT/PTT Disubsidi Hingga Bulan ke-14
SURABAYA (BM) – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim) berencana memberikan bantuan penghasilan kepada guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) jenjang SMA/SMK. Bantuan diberikan kepada GTT-PTT yang masa pengabdiannya paling lama. Jumlahnya Rp 750 ribu per bulan.

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman mengatakan, selama ini GTT/PTT hanya mendapat gaji 12 bulan. Nantinya, mereka akan mendapat subsidi ke-13 dan 14 dari provinsi. Besaran subsidi yang diberikan dari APBD Jatim itu adalah Rp 750 ribu per bulan. ”Prinsipnya ini meringankan sekolah,” katanya, Senin (13/11).

Total ada Rp 1,3 triliun anggaran yang dialokasikan untuk kesejahteraan guru. Meski begitu, rencana pemberian subsidi ke-13 dan 14 itu rentan menimbulkan kecemburuan masyarakat. Sebab, tidak semua GTT dan PTT akan mendapat subsidi. Hanya 8.000 GTT dan PTT yang akan disubsidi. Tentu subsidi ke-13 dan 14 akan membuat para GTT/PTT itu lebih istimewa.

Terkait hal itu, mantan Kepala Badan Diklat Jatim itu mengatakan, para GTT/PTT yang disubsidi itu sudah melalui mekanisme seleksi sesuai ketentuan yang ada. Karena itu, bagi yang belum disubsidi juga harus bersabar. ”Ini juga apresiasi karena mereka sudah mengabdi cukup lama,” katanya.

Subsidi tersebut memang diberikan untuk menunjang kesejahteraan guru. Demikian pula tunjangan perbaikan penghasilan untuk guru PNS nonsertifikasi. Meski tunjangan diberikan, para guru tidak boleh terlena. Mereka juga harus tetap berpikir untuk meningkatkan prestasinya. Sebab, realitanya, meski berbagai tunjangan diberikan pemerintah daerah kepada para guru, namun hal itu belum memberi dampak signifikan untuk meningkatkan prestasi guru.

Karena itu, dia mendorong para guru untuk menjaga prestasi dan kualitasnya. Sesuai ketentuan, sebenarnya ada 10 persen dari tunjangan profesi guru (TPG) yang diterima dialokasikan untuk menjaga profesionalitas guru itu sendiri. ”Selama ini hal itu belum nampak,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya akan mengusulkan agar para guru mau menerapkan ketentuan tersebut. Yakni, untuk aktivitas pengembangan profesionalitas guru. Kontrolnya, akan dibuat aturan. Dia berharap, para guru tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam aktivitas pengembangan profesionalitasnya. ”Saat disurvei, tidak pernah ikut workshop, tidak ikut penataran, terus uangnya untuk apa,” ujarnya. Untuk GTT, dia mengakui, subsidi yang diberikan memang belum sepadan untuk penguatan profesionalitas guru.

Kepala SMKN 7 Agus Basuki mengatakan, selama ini, GTT/PTT memang mendapat gaji 12 bulan. Jika ada subsidi ke-13 dan 14 dari Dindik Jatim, pihaknya belum mengetahui kebijakan itu lebih detil. ”Kita tunggu juknisnya,” katanya.

Menurut dia, hal itu berkaitan dengan penyesuaian yang bisa dilakukan sekolah. Dalam rencana kerja dan anggaran sekolah (RKAS) 2018 misalnya. Gaji GTT/PTT akan masuk di situ. Untuk subsidi ke-13 dan 14, kata dia, bisa saja langsung ditransfer oleh provinsi kepada guru yang bersangkutan. ”Kita menyesuaikan apa yang dirancang Dinas,” tandasnya. (sdp/udi)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>