Dewan: Bongkar Dulu Bangunannya!

Selasa, 18 Juni 2017  20:04

Dewan: Bongkar Dulu Bangunannya!

Vinsensius Awey

SURABAYA (BM) - Pihak manajemen Marvell City mengajukan sewa lahan milik Pemkot Surabaya. Lahan tersebut, sebelumnya sempat menjadi sengketa antara PT Assa Land selaku pengembang Marvell City dengan Pemkot, yang akhirnya dimenangkan oleh pihak Pemkot.
 
Menanggapi adanya pengajuan sewa tersebut, anggota DPRD Surabaya dari Pardai Nasdem, Vinsensius Awey menyarankan agar pemkot tidak menerimanya. Penolakan itu, kata Awey, demi menjaga harga diri pemkot atas kasus sengketa tanah, seharusnya tidak memberikan izin sewa. "Sengketa ini jangan hanya jadi soal uang, ada sewa lalu selesai," ungkap Awey, Minggu (18/6/2017).
 
Jika pemkot memberi sewa, menurut Awey sama halnya menghilangkan harga dirinya. 
Awey menambahkan, bangunan yang sudah didirikan tanpa izin di tanah pemkot harus dibongkar lebih dulu. "Sebagai pembelajaran supaya nggak ada lagi pihak swasta yang sembarangan mendirikan bangunan di tanah pemkot," ujar Awey.
 
Persoalan yang sama dapat terulang di suatu hari jika pemkot tidak berlaku tegas pada kasus ini.
Sebelumnya, diketahui manajemen Marvell City mengajukan sewa pada Pemkot Surabaya namun sekaligus mengajukan banding atas kekalahan persoalan sengketa tanah tersebut.
 
"Iya, benar Marvell mengajukan permohonan sewa pada Pemkot, masih kita pelajari dulu," kata Ira, Sabtu (10/6/2017).
Ira mengatakan langkah pemkot sebelum memutuskan menerima permohonan adalam mengkajinya terlebih dahulu. Terlebih mengenai harga sewa harus melalui pihak ketiga yakni lembaga independen untuk melakukan pengkajian.
 
"Wah kalau harganya kan mesti kita precell dulu, itupun bukan kita tapi harus lembaga independen," kata perempuan berjilbab ini.
 
Namun disisi lain, pihak marvel city masih mengajukan gugatan banding terkait kasus sengketa aset tersebut yang sebelumnya dimenangkan Pemkot Surabaya.
 
Seperti diketahui sebelumnya lahan sengketa di jalan upa jiwa yang saat ini digunakan Marvel city sebagai akses khusus diantara apartemen dan pusat perbelanjaannya. Sementara itu, Pengadilan Negeri Surabaya telah memenangkan gugatan Pemkot atas Marvel city pada tanah seluas 1968 meter persegi. 
 
Pemkot Menang
Pada April lalu, Wali Kota Tri Rismaharini menyatakan bersyukur atas gugatan PT Assa Land yang ditolak Pengadilan Negeri Surabaya. PT Assa Land sebagai pengembang Marvell City menggugat atas kepemilikan lahan Jalan Upa Jiwa.
 
"Alhamdulillah, terima kasih pak hakim," kata Risma di ruang kerjanya sambil mengangkat kedua tangannya, Rabu (19/4/2017).
 
Awalnya Risma tidak mengetahui kabar tersebut. Risma bahkan sempat mempertanyakan kabar ditolaknya gugatan Marvell City. "Iyo ta. Kabar tekan endi. Nek pancen ngono. Alhamdulillah," ujar Risma dengan bahasa Suroboyoan sambil tersenyum.
 
Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini juga mengaku penolakan gugatan Marvell City terhadap pemkot Surabaya merupakan kado spesial bagi Hari Jadi Kota Surabaya yang jatuh pada 31 Mei mendatang. "Kado HUT Surabaya kalau gitu," ujar Risma.
 
Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Sigit Sutrisno menolak gugatan PT Assa Land sebagai pengembang Marvell City.
 
"Mengadili menolak eksepsi dan menolak gugatan rekonvensi keseluruhnya. Tanah yangg terletak oleh penggugat adalah aset Pemkot Surabaya. Menyatakan penggugat rekonvensi melanggar hukum. Memerintahkan penggugat rekonvensi untuk segera mengosongkan aset milik Pemkot Surabaya. Menolak selain dan selebihnya gugatan rekonvensi ini," kata Sigit membacakan putusan di ruang Kartika PN Surabaya.
 
Alasan Sigit menolak disebabkan sebagian bukti yang diserahkan tidak asli atau foto copy serta bertentangan dengan saksi ahli.
 
"Intinya di satu sisi menurut pemkot itu adalah aset yang bisa dibuktikan melalui simbada, dan diperkuat oleh saksi ahli," ungkap Sigit.
 
Sengketa antara Marvell City dengan Pemkot Surabaya berawal dari dibangunnya pusat perbelanjaan di atas Jalan Upa Jiwa yang merupakan aset dari Pemerintah Kota Surabaya. (tri/det/tit)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>