Dinas Pendidikan Janji Segera Cairkan Beasiswa Mahasiswa

Rabu, 21 Maret 2018  22:39

Dinas Pendidikan Janji Segera Cairkan Beasiswa Mahasiswa
SURABAYA (BM) -  Pencairan beasiswa 702 mahasiswa berprestasi yang tersebar di Universitas Negeri Kota Surabaya selama tiga bulan terakhir ini, tersendat.
 
Sejak kendali kewenangannya dialihkan dari provinsi, sejumlah mahasiswa penerima beasiswa itu memang harus harus gigit jari. Hal itu dikarenakan pengalihan wewenang itu bersamaan pula dengan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) di masing-masing universitas. 
 
“Peralihan beasiswa sebenarnya tidak boleh dijadikan alasan macetnya pencairan beasiswa terhadap mahasiswa penerima manfaat, nanti tak koordinasikan dulu, apa kendalanya, kan kasihan mereka kalau tidak cair- cair, nanti akan saya panggil kepala Dinasnya ” tegas Junaedi, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya..
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya Ikhsan berdalih, pencairan beasiswa terus dimatangkan karena memang ada beberapa perubahan kebijakan terkait dengan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Hal ini juga berkaitan dengan pengambilalihan pengelolaan beasiswa dari Dinas Sosial Surabaya ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
 
“Jadi, sebelumnya beasiswa diberikan maksimal Rp 3 juta, sehingga kalau ada mahasiswa yang UKT-nya lebih dari Rp 3 juta, maka hanya Rp 3 juta itu yang dibayarkan oleh pemkot, dan selebihnya dibayarkan sendiri oleh mahasiswa bersangkutan,” katanya, Rabu (21/3).
 
Menurut Ikhsan, skema semacam ini tentunya masih memberatkan mahasiswa yang mendapat beasiswa Generasi Emas Surabaya, karena mereka harus mencari biaya tambahan dari UKT itu. Skema yang baru, pemkot akan membayar UKT penuh sampai selesai, di samping ada tambahan dana untuk operasional mahasiswa.
 
“Tahun ini kebijakan dari Bu Wali Kota untuk biaya UKT dipenuhi semuanya, sesuai dengan UKT yang ada pada masing-masing perguruan tinggi. Jadi, kalau UKT -nya Rp 5 juta, maka akan dibayari penuh Rp 5 juta, sehingga mahasiswa dan orang tuanya tidak bingung lagi untuk mencari biaya UKT tambahan,” katanya.
 
Bahkan, uang biaya penunjang pendidikan yang biasanya diterima setiap satu semester juga ada perubahan. Sebelumnya, uang biaya penunjang pendidikan ini hanya untuk buku dan beberapa keperluan lain, namun sekarang bisa digunakan untuk pendukung perkualihan yang memang mereka butuhkan.
 
“Sebab, sangat beda antara mahasiswa Fakultas Teknik dan dengan mahasiswa Fakultas Ekonomi. Tentunya, kebutuhannya juga berbeda-beda. Kita menyesuaikan dengan kebutuhan mereka masing-masing,” ujarnya.
 
Ikhsan berharap, beasiswa ini akan segera cair. Namun, walaupun belum cair hingga saat ini, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak perguruan tinggi dan bertemu dengan pihak rektorat. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan bahwa kalau dulu pembayaran UKT diberikan langsung kepada masing-masing mahasiswa, dan selanjutnya mahasiswa membayarkannya kepada pihak kampus. “Namun, untuk pembayaran selanjutnya, uang UKT ini akan langsung ditransfer oleh Pemkot Surabaya kepada pihak kampus masing-masing,” tegasnya.
 
Ia memastikan, apabila selama ini mahasiswa yang mendapatkan beasiswa generasi emas belum melakukan pembayaran, maka pihak perguruan tinggi sudah sepakat untuk memberikan kemudahan kepada mahasiswa itu, sehingga tetap bisa mengurus KRS dan bisa kuliah seperti biasanya. “Kami berkomitmen, kalau nanti proses ini sudah selesai, maka kami akan langsung transfer pembayarannya ke perguruan tinggi masing-masing,” katanya.
 
Sedangkan bila ada mahasiswa penerima beasiswa generasi emas yang sudah terlanjur membayarkan uang UKT-nya, maka dipastikan akan diganti oleh Pemkot Surabaya. “Kami sudah minta datanya dari komunitas generasi emas ini, mereka ada grup bersama. Yang sudah membayar akan didata dan uang pencairan semester ini akan diberikan kepada mereka langsung, bukan universitas,” pungkasnya. (dji/udi)
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>