Masjid Assakinah Dibongkar untuk Dibangun Kembali

Selasa, 14 November 2017  21:53

Masjid Assakinah Dibongkar untuk Dibangun Kembali
SURABAYA (BM) – Proyek  pembangunan Gedung baru dan Masjid Assakinah yang letaknya di kawasan DPRD Kota Surabaya sudah bisa dilanjutkan pelaksanaannya.

Kepastian itu, diperoleh setelah dilakukan hearing (dengar pendapat) di Komisi C yang menghadirkan Kepala Dinas Perkim dan CKTR Surabaya,  Ery Cahyadi, dan kontraktor pelaksana. Ikut serta pula dalam acara itu Ketua DPRD dan wakilnya mengingat pentingnya pembangunan masjid tersebut.

Ery mengaku, dirinya merasa lega setelah mengikuti rapat dengar pendapat di Komisi C DPRD Surabaya dan mendapatkan kepastian untuk melanjutkan pelaksanaan pembangunan. Diakuinya, pembongkaran Masjid Assakinah sempat terhenti. Ia akan menyiapkan tenaga dan alat berat agar madjid bisa dibongkar dan dibangun kembali dua kali lipat besarnya.

“Lha bagaimana kami mau kerja kalau kondisi di lapangan masih terganggu seperti itu, makanya karena saat ini sudah clear semua di rapat Komisi C, mulai besok kami sudah harus bekerja,” katanya usai mengikuti hearing, Selasa (14/11).

Ery menegaskan, lahan yang akan didirikan masjid adalah area Balai Pemuda dan gedung DPRD Surabaya yang masih merupakan satu kawasan.  Karenanya, kata dia, meski dengan surat yang berbeda namun tetap merupakan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri menyatakan, tidak ada lagi persoalan pelaksanaan proyek pembangunan gedung baru DPRD Surabaya dan masjid. Ia meminta kepada semua pihak untuk tidak lagi membuat polemik, apalagi sampai mempolitisir persoalan yang sejatinya hanya berdasarkan rumor yang salah. Menurutnya, Masjid Assakinah akan dibangun lebih besar dan dapat menampung 460 jamaah.

“Jadi ada rumor yang berkembang bahwa pembangunan perluasan gedung DPRD Surabaya tidak ada masjid, itu salah dan sama sekali tidak benar. Nantinya justru dibangun lebih besar dan megah dengan dua menara yang mengapitnya,” jelasnya.

Saifudin Zuhri mengungkapkan, luas masjid yang sebelumnya hanya berukuran panjang 13 meter  dan lebar 13 meter, nantinya akan menjadi 17 meter kali 29 meter, Masjid ini untuk publik (umum). Dengan ketinggian 4 m menambah kemegahan masjid, tentunya dengan ornamen keislaman dan dilengkapi sound system dan air condition (AC) yang cukup supaya jamaah yang melaksanakan sholat lebih kusyuk.

Namun demikian, ada beberapa anggota dewan meminta dua menara yang posisinya di kanan kiri masjid, bisa terlihat mewah, megah bahkan mencolok  sebagai icon masjid di DPRD Surabaya. Bahkan, pembatas sholat antara jamaah dan laki-laki dan perempuan juga minta diganti, termasuk kubah yang ada di design Masjid  Assakinah tetap menjadi nama masjid di lingkungan DPRD Kota Surabaya ini.

“Kami memberikan masukan soal keberadaan menara, agar nantinya bisa dilihat sebagai pertanda keberadaan masjid dari jarak yang jauh, intinya mencolok dari luar,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini, meminta kepada kontraktor pelaksana agar segera melanjutkan proyeknya sesuai kontrak, tanpa harus terpengaruh dengan rumor apapun di luar. Semua yang dilakukan oleh pemerintah untuk kemaslahatan umat. Tidak ada niatan sedikitpun menyakiti hati para ulama, Masjid Assakinah dibongkar untuk dibangun kembali dengan bangunan yang lebih besar dan nyaman.

“Kepada kontraktor segera menjalankan kewajibannya sesuai kontrak yang telah ditandatangi terkait pelaksanaan pembangunan gedung Baru DPRD Surabaya dan Masjd, jangan pedulikan rumor dan opini yang berkembang di luar, kerja saja,” pungkasnya. (adv/dji)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>