Pemkot Surabaya Siapkan Rapid Test Bagi Petugas Kesehatan Dan ODP
DETEKSI COVID-19: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita Terima Bantuan Alat Rapid Test . (BM/IST)
By: harun
27 Mar 2020 16:44
 
 

SURABAYA (BM) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima bantuan rapid test dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejumlah 460 ditambah 160 buah dari Yayasan Tzu Chi Buddha. Alat ini akan digunakan untuk petugas kesehatan yang menangani Covid-19 dan orang dengan pemantauan (ODP).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, total rapid test yang diterima saat ini sebanyak 620 dan nantinya akan bertambah. Alat ini didistribusikan kepada tenaga kesehatan maupun pasien yang dilakukan pemeriksaan di rumah sakit.

“Di RSUD Soewandhie dapat 80, kemudian di RSUD BDH (Bhakti Dharma Husada) dapat 40. Baik yang dilakukan pemeriksaan (pasien) maupun tenaga kesehatan,” kata Feny, biasa disapa, di Balai Kota Surabaya, Jum’at (27/03/2020).

Masih Feny, sisanya dibagikan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas. Baik petugas yang mengantar ODP dan PDP (pasien dalam pengawasan), maupun petugas yang kontak erat dengan mereka. “Ini kita lagi mengumpulkan dulu orangnya, karena kan harus di bawah spesialis,” ujarnya.

Alat rapid test sendiri berfungsi untuk mendeteksi antibodi melalui cara pengambilan sampel darah, serum darah, yang kemudian diteteskan ke alat tersebut. Nantinya, bisa diketahui apakah orang itu positif atau negatif Covid-19. “(Hasil) tesnya cepat, tidak pakai hari, hitungan jam,” ungkapnya.

Sementara itu, hingga saat ini, jumlah ODP di Surabaya yang sudah dilakukan pemantauan sebanyak 161 dari 189 orang. Hal ini dikarenakan mereka belum habis masa inkubasi 14 hari.

Kemudian untuk PDP hingga saat ini berjumlah 16 orang. Dari jumlah tersebut, 9 orang masih dirawat di rumah sakit, sedangkan sisanya melakukan isolasi mandiri di rumah. Kemudian yang confirm (positif) Covid-19 di Surabaya ada 33 orang. “Confirm yang 26 orang masih dirawat di rumah sakit, yang sudah sembuh ada 6 dan 1 meninggal dunia,” katanya.

Diketahui, penularan Covid-19 ini terjadi melalui batuk atau bersin dan droplet. Karena itu, masyarakat diimbau agar menjaga jarak, berperilaku hidup bersih dan sehat, serta rajin mencuci tangan menggunakan sabun.

“Kebanyakan (pasien Covid-19) datang dari luar negeri dan daerah-daerah yang sudah terjangkit. Intinya adalah mereka yang baru bepergian,” ungkapnya.

Disamping itu, untuk memastikan kesehatan tenaga medis yang menangani pasien Covid-19, Dinkes Surabaya pun menerapkan protokol di rumah sakit. Mulai dari penerapan jam kerja, hingga penambahan imun tubuh petugas kesehatan dengan vitamin. “Jadi untuk tenaga medis kami atur lima jam kerja yang di rumah sakit, karena dia harus memakai masker N95,” kata Feny.

Sebab, lanjut Feny, masker N95 hanya bisa bertahan selama lima jam dan setelah itu harus diganti dengan yang baru. Selain itu, selama lima jam itu petugas kesehatan di rumah sakit tidak diperbolehkan membuka APD (alat pelindung diri) lengkap.

Nah kemudian, supaya mereka juga tubuhnya kuat, kita berikan vitamin. Kita suplai makanan untuk mereka, karena mereka tidak boleh keluar dari rumah sakit,” terangnya.

Tak hanya itu, bahkan pihaknya memastikan, petugas kesehatan yang menangani pasien Covid-19 juga diberikan kesejahteraan lebih. Terlebih, mereka juga mendapat fasilitas tempat menginap khusus di sekitar rumah sakit.

“Karena mereka sebelum keluar dari rumah sakit harus keramas dan disemprot disinfektan. Karena itu kita buatkan tempat istirahat sementara di dekat rumah sakit,” pungkasnya. (hum/run)


Create Account



Log In Your Account