Penyerahan Kesepakatan Bersama Program INOVASI di Jawa Timur

Jumat, 11 Januari 2019  19:35

Penyerahan Kesepakatan Bersama Program INOVASI di Jawa Timur

Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno saat memaparkan dukungan terhadap Program INOVASI. (BM/HARUN)

SURABAYA (BM) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan program kemitraan pendidikan Australia-Indonesia, Inovasi untuk Anak Indonesia (INOVASI) menggelar kegiatan “Penyerahan Kesepakatan Bersama dan Sarasehan Bersama Gubernur Jawa Timur dan 5 Kepala Daerah Mitra INOVASI di hotel JW Marriott, Kamis (10/1/2019) siang.


Kegiatan ini diikuti oleh Bupati dari Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Probolinggo dan Walikota Batu. Kemudian Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten/ Kota, serta Kantor Kementerian Agama dari Kanwil dan Kabupaten/ Kota.


“Indonesia dan Australia telah bekerjasama selama bertahun-tahun dalam memperkuat sistem pendidikan di Indonesia. Pemerintah Australia percaya, bahwa pendidikan yang berkualitas sangat penting bagi Indonesia, karena hal ini berkontribusi langsung terhadap pembangunan sumber daya manusia, serta angkatan kerja yang sehat dan produktif. Bekerja dengan pemerintah daerah, sekolah, dan guru di berbagai ruang kelas dan sekolah di Indonesia, termasuk Jawa Timur. INOVASI bertujuan untuk memperkuat kualitas pengajaran dan pembelajaran, khususnya dalam literasi dan numerasi,” kata Michelle Lowe, Konselor Bidang Pembangunan Manusia, Kedutaan Besar Australia Jakarta.


Menurut Direktur Program INOVASI, Mark Heyward, INOVASI berupaya untuk memahami dan mengatasi tantangan pembelajaran, terutama yang berkaitan dengan literasi dan numerasi. “Kami percaya bahwa Jawa Timur menawarkan potensi yang sangat besar yang juga akan menjawab pertanyaan 'apa yang benar-benar berhasil meningkatkan hasil pembelajaran', tentunya dalam konteks yang sesuai di masing-masing daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno menjelaskan, “Tuntutan saat ini adalah bukan seberapa banyak siswa yang belajar, tetapi seberapa kompeten mereka agar mampu berperan penting dan unggul dalam pergaulan global. Salah satunya adalah dengan meningkatkan inovasi.”

Pelaksanaan kegiatan Program INOVASI sendiri, secara hukum telah dituangkan dalam Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Sumenep tertanggal 8 Agustus 2018.


Maka selanjutnya untuk mengawal kegiatan dalam Program INOVASI ini, segera disusun Tim Pengarah (Steering Committee) Tingkat Provinsi Jawa Timur dan Tim Teknis. Yang mana pada Tingkat Kabupaten/ Kota Mitra Program INOVASI, bertugas untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan serta memberikan masukan pada INOVASI agar kegiatan berjalan optimal.


Sementara itu, di Provinsi Jawa Timur, Program INOVASI mengimplementasikan 13 program rintisan (literasi, numerasi, kepemimpinan kepala sekolah, dan kelas rangkap), termasuk program rintisan yang bermitra dengan Universitas Negeri Surabaya, Universitas Nahdatul Ulama Surabaya, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Universitas Binas Nusantara, dan Kolaborasi Literasi Bermakna.


Dalam kesempatan ini, lima wakil guru/ kepala sekolah dari kelima Kabupaten/ Kota menampilkan inovasi yang sudah mereka lakukan, terutama setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh INOVASI, yakni Ayub (Kepala SDN Parasrejo 2 Kabupaten Pasuruan); Qoriatul  Azizah (Guru SDN Punten 1 Kota Batu); Taskiyah (Guru SDN Pangarangan 1 Kabupaten Sumenep); Endang Kusniati (Guru SDN Gelam 2 Kabupaten Sidoarjo); dan Marsini Astuti (Kepala SDN Ngadisari 2 Kabupaten Probolinggo). (har)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>