PKL Keluhkan Pemasangan Papan Larangan di Rumdin Rektor Unai

Rabu, 18 Februari 2018  23:02

PKL Keluhkan Pemasangan Papan Larangan di Rumdin Rektor Unai
SURABAYA (BM) - Belakangan ini pedagang kaki lima (PKL) di sekitaran Jl. Dr. Soetomo dibuat resah. Utamanya yang berjualan di depan rumah dinas Rektor Universitas Airlangga (Unair). Di halaman rumah dinas itu tiba-tiba muncul papan larangan berjualan. Otomatis, PKL sekitar lebih sering kena razia.
 
Hal itu diungkapkan Kartika. Penjual rujak buah asal Klaten ini mengaku sudah berjualan sekitar 10 tahun. Sejak muncul papan larangan itu, dirinya tidak leluasa berjualan di pinggir jalan, lebih tepatnya di depan rumah dinas Rektor Unair. "Sekarang jualannya lebih ke dalam. Lebih susah habisnya," keluh dia.
 
Kartika mengaku, omzet penjualannya pun ikut turun drastis. Sebelum dipasangi papan larangan itu, dia bisa menghabiskan 15 kilogram buah per hari. Kini, ketika berjualan lebih ke dalam, 8 kilogram buah sehari saja tidak habis.
 
Selain masalah omzet, Kartika juga mengeluhkan seringnya razia dari Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP). "Sudah sering kena razia. Memang dilarang kalau jualan di depan. Harus berlarian. Payung saya sempat kena," ungkapnya.
 
Kartika berharap papan larangan itu dicabut agar dirinya bisa berjualan lagi di depan. "Kami berharap bisa jualan lagi di depan. Apalagi saya sudah lama berjualan. Hampir 10 tahun lebih," katanya penuh harap.
 
Sementara itu, ketika dikonfirmasi masalah papan larangan di rumah dinas Rektor Unair, Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair Suko Widodo mengaku sedang di luar kota dan belum mengetahui hal tersebut. (sdp/udi)
 
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>