Puti Ingin Jadikan Surabaya Barometer Kebudayaan

Kamis, 08 Februari 2018  23:14

Puti Ingin Jadikan Surabaya Barometer Kebudayaan
SURABAYA (BM) - Gedung Galeri Dewan Kesenian Surabaya dikunjungi Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Sukarno. Kedatangan Puti untuk menutup Pameran Lukisan Dwi Tunggal yang digelar sejak 5 Februari 2018 lalu.
 
Dalam sambutanya, Puti banyak menceritakan tentang sejarah Presiden pertama RI Ir Soekarno yang begitu mencintai kesenian. Menurut dia, selain sebagai proklamator, Bung Karno juga merupakan budayawan besar yang ada di Indonesia. "Menurut ayah saya, membangun tidak hanya berupa fisik. Tapi keindahan dan kebudayaan juga harus terbangun di dalam diri kita," ujarnya.
 
 
Puti menceritakan, sebagai tokoh besar di tanah air Bung Karno selalu memfasilitasi dan mendukung kemajuan budaya. Tidak Jarang Bung Karno dalam beberapa kesempatan juga menggelar diskusi dengan para seniman dan budayawan pada waktu itu.Menurutnya, cerminan sebagai seorang budayawan pada diri Bung Karno juga terlihat dalam politik yang dijalankannya. Termasuk dalam loby yang dilakukan pada waktu itu. "Bung Karno memiliki teman yang begitu banyak. Karena loby yang dilakukan beretika. Makanya, marilah kita berpolitik secara santun dan berkepribadian," ungkapnya.
 
Dalam kesempatan itu, Puti juga memiliki  impian Surabaya menjadi barometer kebudayaan di Jawa Timur bahkan nasional. Menurut dia, Kota pahlawan sudah memiliki modal untuk mewujudkannya.

Ditanya soal potensi yang dimiliki oleh Jawa Timur, calon gubernur yang diusung oleh PDI-P, PKB, Gerindra dan PKS ini menyebut cukup banyak. Mulai dari budaya, wisata hingga kekayaan yang dimiliki oleh Propinsi Jatim. "Potensi yang ada di Jatim sangat banyak. Kalau dari segi budaya ada tari-tarian. Potensi wisatanya juga cukup bagus," katanya.
 
Sementara Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana  menambahkan jika Balai Pemuda memang sengaja dibuat sebagai pusat kesenian dan kebudayaan di kota pahlawan. Meskipun masih ada sedikit kekurangan dalam kebijakan. "Balai Pemuda ini punya sejarah. Makanya kita akan terus berupaya untuk mengembangkannya," ujarnya.
 
Ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS) Chrisman Hadi mengaku bangga dengan kehadiran cucu Bung Karno dalam pameran lukisan kali ini. Menurutnya dalam pameran kali ini sengaja mengambil tema "tetesan darah untuk negeri". "Kira sengaja mengambil tema ini. Bahwa kemerdekaan ini merupakan jerih payahnya dari para pahlawan," pungkas Chrisman. (dji/udi)
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>