Risma Gandeng Ahli Teliti 2 Patahan Aktif di Surabaya

Selasa, 16 Oktober 2018  18:29

Risma Gandeng Ahli Teliti 2 Patahan Aktif di Surabaya

Tri Rismaharini

Surabaya (BM) – Seringnya terjadi peristiwa gempa di sejumlah wilayah di Indonesia, membuat banyak kalangan menjadi lebih mewaspadai terhadap kemungkinan terjadinya peristiwa serupa di wilayahnya. Hal itu pula yang dilakukan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan berkoordinasi dengan ahli kegempaan dan akademi, terkait adanya deteksi yang menyatakan kota Surabaya dilewati dua sesar aktif atau patahan yang bisa menimbulkan potensi gempa darat.

"Sebenarnya bukan deteksi, tapi saya percaya studi itu," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Selasa (16/10/2018).

Untuk itu, ujar Risma, pemkot akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membahas studi 2 patahan aktif yang melewati Kota Surabaya.

"Selama ini kami sudah bekerjasama dengan BMKG. Ke depan saya juga akan koordinasi dengan ahlinya untuk memastikan dua patahan yang melalui Surabaya," ungkapnya.

Pemkot Surabaya, tambah Risma, terus berkoordinasi dengan BMKG untuk masalah bencana dan cuaca. "Kita saat ini sudah mempunyai tim khusus untuk Surabaya dengan BMKG, tapi kembali saya akan koordinasi lagi dengan akademisi dan ahli," tambah Risma.

Diberitakan sebelumnya, Pakar Kebumian dan bencana dari Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS), pernah memaparkan jika Kota Surabaya dilewati dua sesar aktif atau patahan yang bisa menimbulkan potensi gempa darat. Jika terjadi gempa, skalanya bisa mencapai 6,5 skala richter (SR).

"Ada dua sesar, yang pertama sesar Surabaya yang patahannya mulai kawasan Keputih hingga Cerme. Sesar kedua disebut sesar Waru yang patahannya mulai dari Rungkut hingga Jombang," kata Pakar Kebumian dan bencana dari Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) Dr Amien Widodo, Rabu (8/11/2017) silam.

Menurut Amien, dua sesar atau patahan ini diterbitkan awal September lalu oleh Pusat gempa Nasional di bawah Kementerian PUPR.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada Pemerintah Kota Surabaya dan Pemprov Jatim segera melakukan penelitian tentang keberadaan kedua sesar tersebut untuk meminimalisir kerusakan serta korban akibat gempa jika terjadi.

Jika terjadi gempa, kata Amien, kekuatan gempa darat bisa mengakibatkan kerusakan besar terutama untuk gedung-gedung bertingkat. Jika tidak dilakukan penelitian untuk menghitung kekuatan bangunan terhadap gempa, maka kerusakan bisa lebih parah.

Risma menegaskan, dirinya telah berkoordinasi dengan ahli gempa terkait kemungkinan terjadinya gempa di Surabaya. "Itu sudah mulai kita lakukan termasuk berkoordinasi dengan para ahli kegempaan," kata Risma usai menerima kunjungan Wakil Bupati Semarang di ruang sidang Wali Kota di Balai Kota Surabaya, Selasa (16/10/2018).

Dari hasil kajian para ahli, antisipasi yang akan diterapkan Risma yakni dengan memperbanyak membuat sumur-sumur di lokasi yang dilalui patahan aktif. Selain itu, pemkot juga memperbanyak pembuatan hutan kota dan taman.

"Itu kata ahlinya, kita akan ikuti itu termasuk dengan cara alamiah seperti lingkungan. Mereka bilang diantisipasi dengan membuat banyak sumur-sumur, taman, bikin embung (waduk) sebagai salah satu upaya untuk itu," ungkapnya.

Selain mengantisipasi gempa, Risma juga telah menyiapkan pencegahan jika terjadi potensi tsunami di Surabaya. Caranya, dengan memperbanyak tanaman mangrove dan cemara udang di bibir pantai.

"Kita punya mangrove untuk cegah tsunami. Makanya saya tidak mau kecolongan. Kalau berbatasan dengan laut 500 meter, di Surabaya lebih dari 500 meter sudah 1 km kita juga buat tanggul dan tanami mangrove," jelas Risma.

Risma sempat mencontohkan negara Thailand yang berhasil menangkal tsunami dengan penanaman Cemara Udang di sepanjang pantai.

"Di Kenjeran dan sepanjang pantai timur kita tanami cemara udang. Yang tidak mungkin ditanami mangrove, kita tanami cemara udang. Karena saya tahu persis itu bisa cegah itu (tsunami). Saat saya di Pucket, Thailand itu ternyata juga efektif tangkal tsunami," tambah Risma.

Lebih lanjut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta warga Kota Pahlawan tetap tenang, dan tidak panik dengan adanya studi 2 patahan atau sesar aktif yang dapat menimbulkan potensi gempa darat.

"Saya minta ke warga agar tetap tenang," kata Risma usai menerima kunjungan Wakil Bupati Semarang di ruang sidang Wali Kota di Balai Kota Surabaya, Selasa (16/10/2018).

Risma juga minta agar warga Kota Surabaya tidak menyebarkan kabar-kabar tentang potensi gempa yang belum tentu kebenarannya. "Kami saat ini akan berkoordinasi intens dengan ahli, akademi dan pihak terkait," jelas Risma. (arf/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>