Sebar Pusat Layanan Disabilitas di Surabaya

Rabu, 07 Februari 2018  22:40

Sebar Pusat Layanan Disabilitas di Surabaya
SURABAYA (BM) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mewujudkan layanan disabilitas. Fasilitas telah ada di pendidikan dasar hingga pendidikan menengah pertama. Termasuk dengan beragam bentuk layanan dan program.
 
“Saat ini di Surabaya terdapat 50 SD iklusi, 23 SMP inklusi dan Pusat Layanan Disabilitas (PLD) yang tersebar di lima wilayah," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Ikhsan saat menjadi keynote speaker dalam Workshop Penyusunan Rekomendasi Unit Layanan Disabilitas Bidang Pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya), Rabu (7/2).
 
Ikhsan menjelaskan, tidak hanya menyediakan layanan pendidikan serta fasilitas sarana dan prasarana yang memadai, Pemkot Surabaya melalui Dispendik kini tengah memetakan jenis kekhususan para siswa anak berkebutuhan khusus (ABK). Salah satu tujuannya agar mereka dapat terfasilitasi dengan baik sehingga mampu mandiri dan tidak menggantungkan diri kepada orang lain.
 
“Kita ingin ABK dapat mandiri paling tidak bagi dirinya sendiri, oleh sebab itu pemetaan tersebut bertujuan untuk menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan dalam mengawal tugas perkembangan ABK," ujarnya.
 
Terkait PLD, mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut mengungkapkan layanan tersebut telah dilengkapi dengan Guru Pendamping Khusus (GPK) dan fasilitas pembelajaran yang dibutuhkan. Dengan begitu, ABK dapat terlayani dengan baik. Dia menambahkan, sasaran PLD tidak hanya dikhususkan ABK saja, namun juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, sampai lembaga terkait yang membutuhkan edukasi terhadap layanan inklusi.
 
“PLD juga berfungsi pelatihan pendidikan dan keterampilan, layanan profesional ABK, pelatihan guru, konsultasi, serta beragam fasilitas lainnya," ungkap Ikhsan.
 
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dispendik Surabaya Agnes Warsiati menjelaskan, PLD tersebut terletak di SDN Sawunggaling I, SDN Semolowaru, SDN Kapasari 8, SDN Lidah Wetan II dan SDN Krembangan Selatan III. PLD akan menjembatani anak-anak inklusi yang kurang tertangani di sekolah reguler, selain itu PLD juga membantu meningkatkan mutu para tenaga pendidikan inklusi di wilayah masing-masing.
 
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Surabaya Dyah Katarina menjelaskan, ada progres perbaikan setiap tahun yang dilakukan Pemkot Surabaya dalam mengembangkan pendidikan inklusi. Menurut dia ada PR lain dalam memberikan edukasi ke keluarga atau masyarakat. Masyarakat membutuhkan adanya sebuah pemahaman untuk membentuk masyarakat yang akomodatif bukan diskriminatif. (sdp/udi)
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>