Siswa SMA/SMK Terancam Gagal Dapat Bantuan SPP

Selasa, 14 November 2017  22:00

Siswa SMA/SMK Terancam Gagal Dapat Bantuan SPP
SURABAYA (BM) - Harapan siswa SMA/SMK di Surabaya untuk mendapatkan bantuan pembayaran SPP dari Pemerintah Kota (Pemkot) terancam gagal dilaksanakan. DPRD Kota Surabaya menyatakan tidak memasukkan anggaran Bansos siswa miskin SMA/SMK dalam Kebijakan Umum Anggaran Platform Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD 2018 .

Ketua Komisi D yang membidangi masalah pendidikan, Agustin Poliana mengatakan, saat rapat Badan Musyawarah dan Badan Anggaran dalam Finalisasi penyusunan Kerangka KUA PPAS di Ruang Banggar  DPRD Kota  Surabaya tidak memasukkan anggaran Bansos untuk siswa SMA/SMK yang kurang mampu. Pasalnya, belum menemukan payung hukum yang jelas."Kalau secara hukum belum bisa, kita tidak bisa menganggarkan," tegasnya.

Agustin mengatakan, sebelumnya pihak dewan memang ingin menganggarkan dana Bansos di APBD tahun 2018 untuk siswa miskin SMA/SMK dengan tujuan, agar tidak ada siswa miskin putus sekolah, karena menganggap ada cantolan hukumnya.  Namun, setelah berkonsultasi dengan Kemendagri, pihaknya berkesimpulan memang belum ada cantolan hukum terkait pemberian dana Bansos bagi siswa miskin SMA/SMK.

"Sepanjang cantolan hukumnya belum ada ya kita pending dulu, pemberian Bansos oleh Kemendagri tidak diperkenankan, selama urusan wajib tidak diselesaikan dulu," ujarnya.

Sementara anggota Komisi D, Reny Astuti mengaku telah mendengar kabar ditolaknya anggaran Bansos siswa miskin SMA/SMK dalam KUA PPAS 2018 dalam rapat Banggar. Ia mengaku kecewa dengan gagalnya anggaran yang tidak masuk dalam KUA PPAS. Memang ia yang getol agar di Surabaya, untuk siswa SMA /SMK yang kurang mampu dapat bantuan dari pemkot.  Mengingat ada beberapa siswa drop out, dikarenakan berat membayar SPP, setelah peralihan kewenangan diambil pemprov.

“Saya no comment dulu, karena tidak bagian dalam rapat (banggar, red). Namun, jika memang benar tidak masuk (dalam KUA PPAS), kok beda dengan pernyataan kemarin ya,” katanya.

Sementara itu, anggota Banggar dari FPKS, Achmad  Zakaria, mengaku masih akan terus mendesak banggar dan pemkot agar bisa memasukkan anggaran bansos siswa miskin SMA/SMK ke KUA PPAS. Menurutnya, selama belum masuk RAPBD 2018 masih ada peluang untuk memasukkan anggaran itu ke APBD 2018.

“Kami  mendesak Wali kota Surabaya dan Gubernur Jawa Timur untuk bersama mencari payung hukum dan skema bansos untuk siswa SMA/SMK yang tidak mampu. Ini perlu goodwill dari pemkot dan pemprov. Kemendagri sendiri sudah menyarankan agar pemkot melakukan konsultasi dengan gubernur terkait skemanya,” ujar Zakaria.

Zakaria mengaku, fraksinya tetap yakin keberadaan bansos siswa SMA/SMK miskin ini bakal bisa dilaksanakan mengingat sejumlah daerah baik di Jatim maupun di daerah lain seperti Jawa Tengah sudah menganggarkan sejak tahun 2016 lalu.

“Jateng saja sudah bisa dalam hal ini Kota Semarang. Artinya ada payung hukum dan ada skema yang jelas. Mengapa kita tidak,”  katanya.

Ditempat terpisah, Baktiono anggota DPRD Surabaya dari PDI Perjuangan dalam mencari solusi untuk memperjuangkan sekolah menengah gratis. Karena Syaifullah Yusuf dicalonkan menjadi calon Gubernur dari PDI Perjuangan, maka ia ditanting untuk menyelesaikan masalah pendidikan SMA/SMK di Jawa Timur, khususnya Surabaya. “Politik anggaran itu semuanya ditujukan untuk kesejahteraan  masyarakat, untuk itu Gus Ipul ditanting dalam pertemuan nanti,” ungkapnya.

Baktiono mengatakan, komitmen seorang gubernur harus disertai dengan keberanian. Kalau tidak berani mengapa mencalonkan diri dari PDI Perjuangan, ini sudah ada rekom. Perlu diingat, sekolah menengah dua tahun lagi sudah menjadi pemilih pemula. Jika bantuan itu bisa diterapkan, maka tidak menutup kemungkinan pemilu mendatang bisa memperbesar suara partai.  “Gubernur harus berani dan harus bisa, tunggu pilgup selesai,” tegasnya.

Untuk diketahui, di Jawa Timur sudah ada beberapa daerah yang menganggarkan bansos bagi siswa SMA/SMK miskin, di antaranya Kabupaten Pasuruan, Kota Batu dan Banyuwangi. (dji/udi)

.

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>