UM Surabaya Kembangkan Ruang Simulator Keperawatan

Rabu, 14 Februari 2018  21:19

UM Surabaya Kembangkan Ruang Simulator Keperawatan
SURABAYA (BM) - Pengembangan fasilitas pembelajaran di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya terus dikembangkan. Salah satunya, dengan mencontoh kelengkapan sarana belajar perguruan tinggi di Australia. Tepatnya di TAFE Holmesglen Institute.

Rombongan rektorat UM Surabaya mempelajari ruang simulator untuk praktikum mahasiswa keperawatan. Ruang simulator tersebut terdapat ruang khusus untuk pasien dan ruang untuK mahasiswa melakukan observasi dn evaluasi dalam waktu bersamaan. "Laboratorium semacam ini sudah sempurna dalam menggambarkan kondisi riil pasien," kata Rektor UM Surabaya Sukadiono saat dihubungi berada di Melbourne, Australia, Rabu (14/2).

Sukadiono menuturkan, ruang simulator memungkinkan mahasiswa menyaksikan secara langsung tindakan medis tanpa diketahui pasien. Proses itu dilakukan baik melalui video maupun ruang kaca yang terhubung dengan ruang simulasi. Tidak hanya tindakan medis ringan, operasi pasien juga dapat dilakukan dalam ruang simulator ini sesuai dengan kasus yang diharapkan untuk dipelajari.

"Kami tertarik untuk mengembangkan fasilitas semacam ini. Namun, kita juga harus menghitung kemampuan anggaran karena kebutuhan biaya yang diperkirakan mencapai Rp 1 milyar," tutur mantan Direktur RS Muhammadiyah Surabaya itu.

Selain sarana prasarana, kunjungan ke Australia tersebut juga dimanfaatkan Rektor UM Surabaya untuk bekerjasama dalam hal sertifikasi bahasa dan kompetensi bagi lulusan fakultas teknik.

Mr David Saunders, Executive Director International Education and Business Development Technical and Further Education (TAFE), mengungkapkan, yang ada di Australia merupakan lembaga pengelolaan pendidikan vokasional yang dijalankan dengan sinergi bersama industri serta pemerintah.

Di kampus tersebut, mahasiswa diajarkan secara langsung seperti mereka bekerja di Industri. Di akhir masa studi, mereka mendapatkan sertifikasi yang dapat digunakan untuk bekerja. Sertifikat tersebut telah memenuhi standar Australian Qualification Framework (AQF) atau semacam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Dalam AQF tersebut terdapat 10 level kompetensi di antaraya Certificate 1 - 4, diploma,  advanced diploma, associate degree, bachelor degree, bachelor honours degree, garduate certficate, graduate diploma, masters degree dan doctoral degree. "Program riset yang dijalankan di Holmesglen juga dilakukan sebagai riset kolaborasi antara industri," tutur David.

Selain TAFE Holmesglen, kerja sama juga dilakukan dengan Victory University bersama dengan 19 Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia. Dalam kerjasama tersebut, sejumlah program disepakati antara lain, pengembangan SDM, riset kolaboratif  dan publikasi internasional. (sdp/udi)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>