Usir Covid-19, Wartawan Ini Ajak Anak-anak Rusunawa Belajar Membaca Alqur’an
USIR COVID-19: Anak-anak Rusunawa Gunung Anyar Menikmati Hidangan Usai Membaca Surat Yasin Yang Dihadiahkan Untuk Rekannya Yang Merayakan Ulang Tahun, Kamis (9/4/2020) Malam. (BM/HARUN)
By: harun
9 Apr 2020 19:50
 
 

SURABAYA (BM) - Dunia sedang dalam pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) asal Wuhan, Cina. Indonesia pun terkena imbas, termasuk Kota Surabaya telah masuk zona merah. Sehubungan dengan itu, meski tidak melakukan lockdown sebagaimana negara lain, warga diimbau untuk beraktivitas di rumah hingga 14 hari ke depan.

Tiba-tiba harus beraktivitas di rumah, tentunya mempunyai dampak sosial hingga ekonomi luar biasa. Apalagi dilakukan jarak sosial, social distancing, membatasi kerumunan massa, seperti di warung kopi, bahkan sholat berjamaah di masjid pun disoal.

Berangkat dari itu, Harun Effendy, reporter Harian Berita Metro membuat terobosan untuk menepis kejenuhan di kalangan anak-anak yang terpaksa harus belajar secara online dari rumah masing-masing di Rusunawa Gunung Anyar, Surabaya. Dirinya sudah hampir seminggu ini mengajar baca Alqur’an anak-anak rusun.

“Mula-mula saya ajak mereka bermain bola dengan pemain ala kadarnya di halaman rusun tiap sore. Lambat laun, saya amati kalau maghrib mereka berlarian di lorong-lorong rusun. Baru kemudian saya ajak mengaji, Alhamdulillah minat,” katanya usai Yasinan, Kamis (9/4/2020) malam.

Om Ustadz, begitu biasa disapa Harun oleh anak-anak ini, tidak begitu saja dengan mudah mengajak mereka belajar mengaji, oleh karena itu dilakukan model pendekatan, yakni dengan mengajak mereka bermain play station, atau PS setelah belajar baca Alqur’an.

“Alhamdulillah, setelah beberapa hari, yang ikut terus bertambah. Dan, hari ini ada salah satu santri perempuan sedang berulang tahun, sehingga dibantu doa dan bacaan Surat Yasin dari rekan-rekannya. Mereka sangat senang habis mengaji dapat rezeki makanan,” ucapnya.

Tidak hanya belajar membaca Alqur’an, Ustadz Harun juga menyisipkan beberapa wawasan, seperti menjelaskan apa itu Virus Corona yang tidak perlu ditakuti, sebab kita hanya perlu dalam hidup mentaati aturan Allah, sehingga kita akan selalu dalam lindungan-Nya.

“Selain itu, juga kita jadwalkan baca Yasin untuk kirim doa ahli kubur tiap Kamis, serta nanti juga diajari tata cara wudhu dan sholat. Kalau untuk kendala tidak ada, sebab kita manfaatkan apa yang ada, namun buku iqra’ dan buku tilawah, mereka belum punya, jadi terpaksa bergantian,” timpalnya.

Dalam mengajar mengaji, Ustadz Harun tidak memungut biaya, dengan harapan ke depan akan semakin banyak yang ikut, bahkan bila perlu anak-anak di sekitar rusun juga diperkenankan ikut.

“Di sela-sela tugas jurnalistik, saya terus belajar dan mengamalkan ajaran Syekh Maulana Malik Ibrahim, atau dikenal Sunan Gresik, yang mana beliau adalah gurunya para wali yang menyebarkan agama Islam di Jawa hingga Cina. Tentunya, cara-cara pendekatan beliau dalam berdakwah sangat menginspirasi saya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ustadz Harun menceritakan, kalau Sunan Gresik itu keturunan Nabi Muhammad SAW yang lahir dan besar di Jawa. “Kalau ada waktu luang, dulu saya sering berziarah ke makam beliau, untuk menapak tilasi bagaimana wali songo itu sukses menyebarkan Islam di Tanah Air,” pungkasnya. (run)


Create Account



Log In Your Account