Jaga Keluarga, dan Anak-anak Kita

Rabu, 06 Juni 2018  16:51

Jaga Keluarga, dan Anak-anak Kita

Arif Lukman Hakim, Kabag Pelayanan Media Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Saudaraku, seperti yang kita ketahui bahwa anak adalah harta yang mahal harganya. Di bulan Ramadan ini,  penting kiranya bagi kita meningkatkan amalan-amalan kebaikan. Bulan Ramadan adalah media mendekatkan diri, selain pada Allah SWT tapi juga media mendekatkan diri kepada anak-anak.

 

Mendekatkan diri kepada anak bisa dengan memberikan contoh yang baik, kemudian mengajarkan mereka pada berperilaku yang baik, memberikan contoh-contoh kesuksesan kepada anak-anak di tempat lain. Tidak hanya di dalam persoalan duniawi, tetapi juga sepanjang perjalanan hidupnya di dunia dan juga untuk pembekalan hidup di akhirat nanti.

 

Ada cerita menarik tentang bagaimana seorang anak, karena kesibukan orang tua dan beratnya pada hal-hal duniawi sehingga akhirnya mengabaikan anak. Si anak menjadi  lebih dekat dengan pembantu dan jauh dari orang tuanya. Padahal, semestinya anak lebih dekat dengan orang tua dibandingkan orang lain.


Suatu ketika si anak melakukan perbuatan yang menjengkelkan. Anaknya merusak perabotan yang mahal.  Kemudian orang tua tersebut menghukum si-anak dengan cara memukulnya.


Apa yang terjadi kemudian, tangan anak tersebut luka dan kemudian infeksi dan sampai diamputasi. Kalau sudah terjadi seperti ini bisa dibayangkan betapa menyesalnya sang orang tua. Di mana anak yang semestinya dilindungi malah dikasari hanya karena beratnya orang tua kehidupan dunia sehingga anak yang semestinya jadi tanggungan, malah diabaikan.


Saya menghimbau pada diri saya sendiri dan juga saudara-saudara semua yang saya kenal dan juga yang membaca media ini, agar sekali lagi marilah kita di bulan suci ini bisa meningkatkan ibadah kita dan menjadikan momentum bulan suci ini untuk menjadikan kedekatan kita dengan anak-anak dan memberikan pendidikan yang baik untuk anak-anak.


Sebagai konsekuensi dari amanah, orang tua dituntut untuk memberikan perhatian, mencurahkannya kepada sang buah hati dengan penuh kesungguhan dan kasih sayang. Baik yang berbentuk material maupun psikis.


Orang tua mempunyai kewajiban memberi bimbingan demi kebaikan dan keselamatan anak. Secara implisit, di dalam al Qur`an surat Tahrim ayat 6, Allah telah mengingatkan pentingnya hal ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” [at Tahrim : 6].


Setelah mengetengahkan ayat di atas, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu mengatakan: “Ibu, ayah, guru dan masyarakat bertanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak tentang pendidikan generasi penerus mereka. Jika mereka telah melaksanakan yang terbaik, niscaya sang anak dan mereka akan bahagia di dunia dan akhirat. Tetapi apabila melalaikan pembinaannya, niscaya akan celaka, dan dosa akan berada di pundak-pundak mereka”.[1]

Anak, selain berfungsi sebagai penyejuk mata orang tuanya, juga bisa berperan menjadi fitnah yang bisa menggoda, bahkan berpotensi menjerusmuskan orang tuanya menuju jurang kenistaan. Cobaan ini bisa terjadi, lantaran fitrah orang tua yang sangat mencintai anak-anaknya, sehingga terkadang apapun yang menjadi tuntutan kebutuhan sang anak, selalu berusaha dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan tanpa reserve ini bisa menjadi salah satu sumber fitnah ini, tak mustahil membebani kemampuan orang tua, sehingga tatkala tak terpenuhi, ia bisa menimbulkan intrik (masalah).


Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam al Qur`an memperingatkan, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadapnya …” [at Taghabun : 14].

 


Mari kita berdoa supaya anak keturunan kita bisa memperoleh jalan kehidupan yang baik, lancar dan sukses di dunia. Dan di akhir hidup kita nanti dalam keadaan yang husnul khotimah. (era)

 

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>