Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Selasa, 05 Juni 2018  16:47

Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Masduki Thoha, Wakil Ketua DPRD Surabaya

Bulan suci Ramadan beberapa hari lagi sudah kita tinggalkan. Alhamdulillah umat muslim sedunia sudah mengamalkannya. Semoga kita semua bisa menjalankan ibadah ini hingga tuntas, sampai di penghujung Ramadan.

Seperti yang kita lihat, dan kita rasakan, momen Ramadan ini begitu indah, dengan semakin terjaganya kerukunan antar umat. Dengan kesadaran masing-masing, mereka begitu lebih peduli dengan sesama.

Momen Ramadan ini, telah menjadi saat yang tepat bagi umat muslim untuk meningkatkan kebersamaan, dengan berbagi. Bagi yang merasa mampu, mari santuni saudara kita yang kurang beruntung, kita bantu bersama.

Bulan Ramadan yang penuh  berkah, ampunan dan kenikmatan ini mari kita manfaatkan  semaksimal mungkin untuk beramal dan berbagi.

Kebaikan berbagi  itu  tidak memandang agama dan suku.  Apakah sesama muslim ataupun dengan agama lain antara yang mampu dengan  yang tidak mampu. Semua yang kita lakukan adalah demi Allah.

Berbagi bersama dalam nuansa keindahan Ramadan, maka harapan berbagi di bulan Ramadan  akan kita dapatkan  setelah Ramadan usai. Bahwa kehidupan bermasyarakat adalah hal yang sangat penting. Kita akan guyup rukun, saling menyapa masyarakat, saling mengenal masyrakat.

Bahkan mempunyai sifat empati dengan keluarga dan masyarakat yang kurang mampu. Akan kita rumuskan setelah kita selesai menunaikan puasa Ramadan.

Kita semaksimal mungkin berlomba –lomba berbuat baik, dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan orang banyak. Karena orang-orang yang bersyukur, orang- orang yang  Khoirunnas anfa'uhum linnas. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. (HR. Ahmad, Thabrani).

Itulah karakter yang harus dimiliki oleh orang Muslim. Bukan hanya mencari manfaat orang lain atau memanfaatkan orang lain. Tapi kita juga harus bisa mengimplementasikan konsep islam yang penuh dengan cinta, yaitu memberi. Apabila kita bisa bermanfaat bagi orang lain, maka kebaikan juga akan kembali kepada diri kita sendiri.

Seorang muslim setelah dia membingkai misi kehidupannya dengan Ibadah kepada Allah swt. semata, maka orientasi hidupnya adalah memberikan manfaat bagi orang lain. Tidak memandang apapun profesinya. Apabila kita memiliki ilmu yang bermanfaat tidak boleh egois atau mementingkan dirinya sendiri. Tapi kita berbagi ilmu dengan orang lain yang bermanfaat.

Langkah-langkah untuk menjadi pribadi yang bermafaat. 

1. Kemauan
Kunci utama adalah suatu kemauan. Kemauan untuk memberi manfaat kepada orang lain. Jika kita memiliki lebih harta, maka berikan sebagian harta kita kepada orang yang membutuhkan. Jika kita memiliki ilmu yang cukup, maka kita bagikan ilmu kita kepada orang lain agar bermanfaat.

2. Take Action Now
Apa yang dapat kita berikan kepada orang lain sekarang maka laksanakan. Tidak perlu menunggu kita menjadi orang yang sangat pintar. Berbagi kemampuan yang kita punya
adalah barokah. Seperti dalam hal ini kita bisa mengepostkan artikel-artikel bermanfaat melalui jejaring sosial lainnya.

3. Manfaat yang diberikan menjadi Gaya Hidup
Jika kita sudah m
ampu memberikan ilmu atau segala manfaat bagi orang lian adalah suatu kebaikan, belum termasuk Akhlaq. Maka jangan diusahakan hanya menyampaikan tapi kita sendiri tidak menerapkannya.

4. Meningkatkan Kualitas Diri
Dalam hadits tidak hanya mengatakan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat, tapi yang Superlatif yaitu paling. Jadi kalau kita ditantang menjadi juara dalam kebaikan, kita juga harus yang paling bisa memberikan manfaat kepada orang lain.

5. Raih manfaatnya untuk kita juga
Janganlah Kita memberi manfaat kepada orang lain tapi tidak memberikan manfaat bagi diri kita sendiri. Bukan maksud berharap dari orang yang kita berikan manfaat. Tapi maksudnya disini kita tidak boleh riya'. Kita harus ikhlas memberikan manfaat kepada orang lain agar juga bermanfaat bagi diri kita sendiri. Ikhlas adalah kunci diterimanya amal. Dan hanya amal yang diterima Allah agar bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Bukan untuk dibilang pribadi yang bermanfaat. Karena sifat riya' itu samar maka kita harus hati-hati.

Jika kita punya ilmu, maka ilmu itu yang kita amalkan, jika kita punya tenaga maka tenaga yang kita manfaatkan. Makanya berbagi pada bulan Ramadan implikasinya akan kita tuangkan setelah Ramadan,  bahwa kehidupan kita semakin baik. Kita baik didalam keluarga, sebagai bapak baik dengan anak , istri dan keluarga. Bahkan dengan masyarakat dan baik untuk semua  kehidupan yang ada. Itulah makna dari Ramadan yang sesungguhnya.  

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>