Momen Istimewa Tingkatkan Etos Kerja

Kamis, 07 Juni 2018  16:39

Momen Istimewa Tingkatkan Etos Kerja

Brilliant Johan Anugerah, HUMAS PT Perkebunan Nusantara XI

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pembaca yang dimuliakan Allah SWT. Syukur Alhamdulillah kita semua masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan yang penuh dengan keberkahan, bulan mulia yang di dalamnya banyak kebaikan dan bernilai lebih, serta terdapat padanya amalan-amalan yang tidak terdapat pada bulan-bulan selainnya.

Kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadan dibanding dengan selain Ramadan setidaknya dapat dapat kita pahami dari hadits yang disampaikan Rasulullah SAW berkenaan dengan Ramadan. Dalam sabdanya Rasulullah SAW mengingatkan kita sebagai umat beliau untuk memperhatikan dan memaksimalkan kualitas dan kuantitas ibadah dengan sabdanya:

“Bulan paling utama adalah bulan Ramadan, dan hari paling utama adalah hari Jumat.” (HR. Ath-Thabrani dari Abdullah bin Mas’ud).

Dalam riwayat yang lainnya Rasulullah SAW juga mengingatkan kepada umatnya akan keagungan dan berlimpahnya pahala Allah SWT kepada hamba-Nya yang beribadah di bulan Ramadan,“Seandainya manusia mengetahui besarnya pahala yang tersedia di bulan Ramadan, niscaya dia berharap bulan Ramadan itu sepanjang tahun.” (HR. Ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Baihaqi dari Abu Mas’ud al-Ghifari).

Setiap amalan yang kita lakukan dibulan Ramadan oleh Allah SWT akan dilipatgandakan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kebaikan yang semisal.

 

Pembaca yang dimuliakan Allah SWT,

Pernahkah kita mendengar orang yang mengatakan ; “ Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.” Bahkan acapkali ini menjadi dasar pembenaran bagi sebagian dari kita untuk tidur dalam berbagai waktu di bulan Ramadan. Hingga meski jam istirahat sudah usai, masih sering kita temui karyawan atau pekerja yang masih terlelap, bila ditanya hadits tersebut dijadikan dasarnya. Ternyata karena salah satu perowinya dhoif (lemah) maka termasuk dalam hadits dhoif atau tidak untuk diikuti.

Sementara itu agama Islam menyeru setiap umatnya untuk selalu bekerja keras. Hal ini bisa kita lihat dalam firman Allah, “Bekerjalah kamu, tentu Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah. Kemudian diberikannya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah [9]: 105). Kerja keras dalam islam memiliki banyak sekali keutamaan dan berkah, selain sebagai jalan menjemput rezeki dan nafkah keluarga, juga sebagai sarana ibadah serta penggugur dosa. Bisa kita kaji lagi dalam hadist muslim sebagai berikut :

Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi, pen)” (HR. Muslim no. 995)

Masih banyak lagi keutamaan untuk bekerja yang diajarkan dalam Islam, oleh karena itu bulan Ramadan 1439 H ini merupakan momen yang sangat tepat untuk meningkatkan etos dan produktivitas kerja, bukan malah bermalas-malasan dengan alasan sebagaimana tersebut diatas.

 

Pembaca yang dimuliakan Allah SWT,

Mendekati ujung bulan mulia ini, masih ada kesempatan kita untuk mendulang keberkahan dengan tetap bersemangat melaksanakan aktivitas serta amalan ibadah lainnya dalam bulan Ramadan. Setelah bekerja kerja untuk menjemput rizkinya, jangan lupa untuk berbagi dengan sesama, karena dalam harta yang kita dapatkan ada hak saudara-saudara kita. Segera salurkan untuk menambah keberkahan dalam diri dan keluarga kita.

 

Wallahu a'lam bish-shawabi. Wabillahi Taufiq wal Hidayah. Wassalamualaikum wr. wb.

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>