Tanpa Syukur, Hidup Terasa Hampa

Senin, 19 Juni 2017  19:45

Tanpa Syukur, Hidup Terasa Hampa

Agus Maimun SE M.HP. Ketua Fraksi PAN DPRD Jatim

Oleh: Agus Maimun SE M.HP, Ketua Fraksi PAN DPRD Jatim
 
Assalamu'alaikum wr wb. 

Syukur adalah hal yang sangatpenting untuk dilakukan setiap manusia. Konteks syukur itu sangat luas. Banyak ayat yang sangat familiar tentang syukur dan yang terkenal adalah sekecil apapun syukur itu pasti dibalas dengan kebaikan. Seruan syukur yang sering disampaikan oleh Allah karena begitu pentingnya syukur dalam kehidupan kita.
 
 Bersyukur adalah kunci pokok dari kehidupan kita sebagai manusia. Tanpa rasa syukur hidup ini hampa. Sehingga wujud syukur itulah yang tidak hanya sebatas pada pernyataan syukur, tetapi juga harus diimplementasikan dalam kehidupan. 
 
Syukur itu berhubungan dengan nikmat yang kita terima. Ada nikmat fitria, nikmat ukrowiyah, nikmat diniyah dan seterusnya.
 
Lainsyakartum laaziidannakum walainkarfartum inna ‘adzaabii lasyadid. “jika kalian bersyukur pasti akan Aku tambah nikmat-Ku padamu, tetapi jika kalian kufur sesungguhnya adzab-Ku amat pedih”. (QS 14:7)
 
Ada ancaman, ketika kita tidak bersyukur maka siksa Allah akan pedih. Karena kita pun sebagai manusia jika tidak pandai bersyukur maka akan tersiksa. Hidup tidak akan ada kepuasan batin. Karena selalu merasa kurang terus.
 
Maka, sebagai wujud atas syukur, perilaku kita harus berbanding lurus dengan yang kita ucapkan. Syukur terhadap nikmat yang kita miliki. Secara fisik, syukur kita sudah memiliki badan seperti ini, sudahkah badan dan tubuh kita ini melakukan hal yang mewujudkan rasa syujur.
 
Fisik kita, mata, telinga dan semua indra yang kita miliki harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif. Itu sebagai wujud syukur. 
 
Kita juga harus mensyukuri atas segala usaha kita, harta yang kita peroleh, pengaruh, jabatan, aset dan seterusnya. Gunakan nikmat tersebut untuk hal yang lebih bermanfaat. Karena sebagai wujud rasa syukur.  
 
Sehingga kita bisa menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain. Outputnya wujud rasa syukur jika kita bisa memberikan yang terbaik untuk orang lain. 
 
Nikmat atas alam yang tidak berbatas seperti oksigen. Kalau kita menghitung syukur tidak ada habisnya karena memang sangat luas. Semakin kita bisa merenungi apa yang ada di dalam diri kita maka akan semakin banyak pula nikmat yang kita peroleh. Harus menjadi kesadaran kita bersama bahwa syukur itu tidak diartikan dalam pengertian yang sempit. 
Semua kehidupan kita sudah diaturkan oleh Allah SWT. Nikmat yang ada harus menjadi rasa syukur. Terlalu banyak yang diberikan Allah kepada kita. 
 
Semua kita yakini, bahwa yang kita lakukan di dunia tidak ada yang sia-sia dan semua nanti akan berbalas baik di dunia maupun akhirat. Kita mengimani bahwa kehidupan di dunia adalah kehidupan yang fana atau sementara. Sehingga manusia bisa mewujudkan rasa syukur dengan perilaku-perilaku positif, sehingga hidup di dunia ini akan harmoni. Kita di dunia bisa hidup damai dan adil. Jadi, inti dari perilaku kita adalah rasa syukur. (era/tit)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>