Sidak Proyek Rumah Pompa, Komisi III Temukan Banyak Kejangga

Senin, 03 Desember 2017  23:09

Sidak Proyek Rumah Pompa, Komisi III Temukan Banyak Kejangga
SAMPANG (BM) - Proyek instalasi rumah pompa untuk penangan banjir di wilayah Kota Sampang, terancam molor. Alasannya, persentasi dari pekerjaan secara keseluruhan hingga saat ini belum mencapai 50 persen. Belum lagi, diperparah lokasi proyek yang dianggarkan puluhan miliar itu mulai tergenang air hujan.

Sementara inspeksi mendadak (sidak) dari Komisi III DPRD Sampang, dengan mendatanggi tiga titik, yakni lokasi proyek pertama di Desa Panggung. Arus air sungai di bawah lokasi proyek sangat deras sedangkan persentase pekerjaan baru berjalan sekitar 21 persen.

Yang lebih mengagetkan rombongan sidak Komisi III itu, ketika wakil rakyat menuju ke Kampung Kajuk. Di lokasi tersebut tidak ada pekerjaan sama sekali. Lokasi juga tergenang air. Begitupun di Jalan Bahagia. Selain pekerjaan belum selesai juga ada kerusakan jembatan yang hampir ambles akibat pengerjaan sumur pompa banjir itu.

Erwin Suharto selaku Project Manager PT Ganesha Jaya lokasi pekerjaan di Desa Panggung mengatakan, pihaknya saat ini melakukan pengerjaan dinding revetmen, tahap finishing.

Hanya saja, tinggal peninggian pilar. Karena nantinya ada jembatan, kurang lebih selama dua minggu bisa selesai secara keseluruhan. Tapi, kata pria asal Surabaya itu, sebelum proses penyelesaian sipil pengerjaan sudah over lating. "Barang-barang di gudang sudah ada. Seperti pompa, panel pompa yang didatangkan dari Jakarta," terangnya.

Sementara itu, Arif selaku Konsultan Pengawas instalasi pompa banjir Kampung Kajuk, jalan Bahagia  mengatakan saat ini pengerjaan sudah 50 persen. Pihaknya mendesak kepada pelaksana supaya semaksimal mungkin melakukan pengerjaan. "Memang kendala saat ini adalah banjir," jelasnya.

Pria berkacamata itu menambahkan, untuk semua kerusakan fasilitas akibat pengerjaan proyek sudah menjadi tanggungan rekanan. "Nanti kalau sudah selesai pengerjaan proyek ini, maka semua kerusakan fasilitas baru ada perbaikan. Termasuk jembatan juga," imbuhnya.

Usai mengelar sidak, ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir mengatakan, hasil pantauan di lapangan masih minim. Buktinya, penjelasan dari pelaksana pembangunan instalasi pompa banjir di Desa Panggung persentase pekerjaan masih 21 persen. "Kalau bisa non stop 24 jam. Ini harus betul-betul diperhatikan," ujarnya.

Politikus Kecamatan Omben itu menekankan dari pekerjaan tersebut kualitasnya dipertanyakan. Sebab,  dikhawatirkan adonan material dari ready mix yang sudah siap dipasang tidak sesuai. "Antara contoh yang dibawa ke laboratorium dengan yang dipakai tidak sama. Kalau tidak sesuai pabrikan perlu dipertanyakan," jelasnya.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi III DPRD Sampang lainya, Moh Anwar menambahkan, pada dasarnya semua pekerjaan terancam molor. Hanya saja tergantung dari pelaksana sendiri untuk menyelsaikan pekerjaan tepat waktu.

"Untuk menentukan persentase pekerjaan seharusnya sesuai dari RAB. Hanya saja secara kasat mata tidak sampai 50 persen. Ditambah adanya kerusakan fasilitas umum. Sejauhmana tanggungjawab kontraktor untuk kerusakan umum itu," tandasnya. (ptm/udi)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>