Banjir Lumpur Merah Rendam Jalan dan Rumah Warga

Rabu, 15 Maret 2017  19:43

Banjir Lumpur Merah Rendam Jalan dan Rumah Warga

Sebagian kawasan di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, diterjang banjir banding bercampur Lumpur.

 
TUBAN (BM) - Banjir bandang kembali menerjang pemukiman warga yang ada di kawasan Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Itu terjadi setelah hujan dengan intensitas yang sangat tinggi menguyur, Selasa (14/3) petang. Banjir kali juga disertai Lumpur. 
 
Tak hanya merendam rumah warga, banjir lumpur dengan warna kemerahan tersebut juga merendam jalan raya Tuban-Gresik tepatnya di sepanjang kelurahan itu. Kondisi tersebut membuat sejumlah kendaraan mengalami mogok saat memaksa melintas.
 
Banjir semacam itu sebenarnya sudah sering menerjang Kelurahan Panyuran dan merendam jalan raya Tuban menuju Kabupaten Gresik lewat jalur utara. Air tersebut kiriman dari wilayah perbukitan yang lebih tinggi di selatan kelurahan pesisir pantai itu.
 
"Ini airnya mau ke pantai tidak bisa, karena saluran bawah jembatannya terlalu sempit. Jadi merendam rumah dan akses jalan ini," terang Sutrisno, salah satu warga Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang.
 
Menurutnya, ada ratusan rumah yang tempatnya rendah yang selalu terkena dampak banjir bercampur lumpur tersebut dengan ketinggian ada yang mencapai sekitar setengah meter. Sedangkan jika masih besar air yang menggenangi jalan raya mencapai sekitar 30 centimeter bahkan lebih. 
 
"Setelah banjir kita harus bersih-bersih, karena memang airnya bercampur lumpur. Ini tadi banyak motor yang harus didorong, karena mogok," ujar Ali, warga lainnya.
 
Selain di wilayah Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, genangan air dengan mencapai hampir setengah meter dengan merendam beberapa ruas jalan protokol di Kota Tuban. Seperti halnya di Jl Pramuka, Jl Basuki Rahmad dan Jl Gajah Mada.
 
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan kerugian dalam tujuh kali kejadian angin kencang yang melanda 14 desa di delapan kecamatan mencapai Rp 421,7 juta, selama tiga bulan terakhir.
 
"Angin kencang yang terjadi mengakibatkan delapan rumah roboh, dan belasan lainnya rusak berat dan ringan," kata Kasi Logistik dan Prasarana BPBD Bojonegoro MZ. Budi Mulyono, Rabu (15/3). 
 
Selain itu, lanjut dia, angin juga merobohkan rumah budi daya jamur di Desa Nglarangan dan sebuah rumah penggilingan padi di Desa Temu, di Kecamatan Kanor. Lainnya sebuah rumah penggergajian kayu di Desa Kenep, Kecamatan Balen, juga roboh diterjang angin kencang. "Kerugian terbesar karena rumah budi daya jamur yang roboh membawa dampak isi jamur yang siap panen rusak," tuturnya.
 
Ia menambahkan angin kencang yang terjadi terakhir yaitu di Desa Campurejo dan Mulyoagung, Kecamatan Kota, yang mengakibatkan belasan rumah warga rusak, pada 13 Maret. 
 
"Tidak ada korban jiwa, dalam tujuh kali kejadian angin kencang. Tetapi dua warga mengalami luka ringan akibat tertimpa bangunan rumahnya yang roboh," jelas dia.
 
Data di BPBD setempat menyebutkan selain di Kecamatan Kanor dan Balen, desa yang dilanda angin kencang di Kecamatan Kalitidu, Sukosewu, Baureno, Sumberrejo, Gayam dan Kota. Yang jelas, menurut dia, BPBD selalu memberikan santunan kepada warga korban angin kencang yang rumahnya roboh, rusak berat dan ringan. "Tapi kalau warga tidak melapor ya tidak memperoleh santunan," ucapnya.
 
Sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Bojonegoro, lanjut dia, pemberian santunan bervariasi bergantung kondisi kerusakannya. "Kalau rusak ringan, seperti gentingnya rontok ya besarnya santunan berkisar Rp100.000-Rp 200.000 per kepala keluarga (KK). Tapi yang rumahnya roboh bisa memperoleh santunan sebesar Rp5 juta per KK," paparnya.
 
Ia menambahkan BPBD tetap mewaspadai ancaman angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan deras yang dipengaruhi adanya awan hujan (cumunilumbus) selama Maret. 
 
"Kami juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, sebab hujan yang terjadi selama Maret tidak hanya deras, tetapi juga disertai angin kencang," tambahnya. (nt/udi)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>