Trotroar Jalur Pantura Tuban Ambrol

Kamis, 16 Maret 2017  19:42

Trotroar Jalur Pantura Tuban Ambrol

Sebagian trotoar jalan raya Jalur Pantura Tuban ambrol Akibat terkikis gelombang tinggi yang sering terjadi.

TUBAN (BM) - Akibat terkikis gelombang tinggi yang sering terjadi kondisi trotoar jalan raya Jalur Pantura Tuban ambrol hingga beberapa meter dan nyaris memakan badan jalan.
 
Sedikitnya ada tiga titik trotoar jalan raya tersebut yang kondisinya sudah memprihatinkan dan membahayakan bagi pejalan kaki. Warga khawatir jika tidak segera dilakukan perbaikan trotoar yang sekaligus sebagai tanggul pantai itu ambrolnya semakin parah dan sampai ke jalan raya.
 
Trotoal yang ambrol akibat terkikis gelombang tinggi itu berada di jalan Tuban-Semarang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Ambrolnya tempat pejalan kaki itu dengan panjang lebih dari dua meter dan lebarnya hampir sampai ke badan jalan nasional itu. 
 
"Dari kemarin sudah ambrol seperti ini, tapi sekarang lebih besar," terang Wibowo (32), salah satu warga yang ada di sekitar abrasi itu.
 
Selain di titik tersebut, retakan-retakan di trotoar itu juga sudah nampak di titik lain yang berada sekitar 50 meter dari yang ambles itu. Sedangkan titik tanggul ketiga yang juga sudah mengalami ambles berada di depan Klenteng Kwan Sing Bio Tuban.
 
Sementara itu, pihak Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban telah memasang garis pengaman di tiga lokasi trotoar jalur Pantura Tuban yang mengalami abrasi tersebut. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya pejalan kaki yang terperosok ke dalam trotoar yang ambrol tersebut.
 
"Kita sudah memasang papan peringatan dan juga tali pembatas supaya tidak membahayakan perjalan kaki," kata Joko Ludiono, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban.
 
Joko menjelaskan bahwa terjadinya longsor dan ambrolnya trotoar dan pembatas pantai itu karena terkikis air laut secara terus-menerus. Sehingga hal itu membuat material yang ada di bawah trotroar jalan itu terbawa arus gelombang air laut. 
 
"Terkikisnya dinding tanggul membuat material tanggul terbawa arus. Kemudian membentuk rongga dan membuat trotoar di atasnya lalu ambrol," pungkasnya. (nt/udi)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>